Menteri Kesehatan Lebanon Firas Abiad mengatakan pada Senin (4/11) bahwa unit luka bakar di Rumah Sakit Turki di kota selatan Sidon akan dibuka pada Selasa untuk membantu merawat orang-orang yang terluka di tengah serangan Israel yang sedang berlangsung di negara itu.
“Unit (luka bakar) di Rumah Sakit Trauma dan Rehabilitasi Turki di Sidon akan dibuka besok,” kata Abiad dalam konferensi pers di Beirut.
“Rumah sakit ini akan menjadi rujukan Lebanon untuk perawatan luka bakar,” tambahnya.
Abiad mengatakan unit perawatan luka bakar akan mencakup bagian gawat darurat dan cedera, dua ruang operasi, empat unit perawatan intensif, empat tempat tidur untuk perawatan luka bakar, dan klinik untuk perawatan luka bakar dan terapi fisik.
Turki menawarkan pembangunan rumah sakit tersebut terjadinya perang Israel di Lebanon pada 2006. Fasilitas tersebut dibangun pada 2010, tetapi persiapan untuk mengoperasikannya masih terus dilakukan.
Menteri Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa delapan rumah sakit di negara itu terpaksa berhenti beroperasi akibat serangan Israel terhadap fasilitas medis.
Israel telah meningkatkan kampanye udaranya di Lebanon sejak akhir September dalam eskalasi dari perang lintas perbatasan selama setahun antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak dimulainya serangan brutal Israel di Jalur Gaza.
Hampir 3.000 orang terbunuh dan lebih dari 13.300 orang terluka dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Israel memperluas perang dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober tahun ini.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








