“Serangan udara Israel telah membunuh sedikitnya 18 warga Palestina di Gaza. Sebanyak 15 orang terbunuh dalam serangan terhadap dua rumah di Kota Beit Lahia di Gaza utara dan tiga korban jiwa lainnya terbunuh dalam serangan terhadap sebuah rumah di Kamp Nuseirat di pusat daerah kantong Palestina tersebut,” kata petugas medis.
Beberapa orang terluka dalam kedua serangan itu, kata mereka, seraya menambahkan bahwa pasukan Israel telah mengirim tank ke timur laut Kamp Nuseirat pada Senin (4/11) pagi.
Israel telah mengerahkan tank ke Jabalia, Beit Hanoun, dan Beit Lahia sejak 5 Oktober. Pihak Palestina mengatakan serangan terbaru melalui udara dan darat, serta evakuasi paksa tersebut merupakan “pembersihan etnis” yang bertujuan untuk mengosongkan dua kota di Gaza utara dan sebuah kamp pengungsi dari populasi mereka untuk menciptakan zona penyangga.
Kantor media Gaza menyebutkan jumlah warga Palestina yang terbunuh sejak 5 Oktober mencapai 1.800.
“Lebih dari 1.800 orang terbunuh dan 4.000 lainnya terluka sementara ratusan lainnya masih hilang dalam agresi yang sedang berlangsung ini,” kata kantor media Palestina di Gaza dalam sebuah pernyataan.
“Semua rumah sakit di Gaza utara dihancurkan dan tidak lagi berfungsi, sementara tim pertahanan sipil menjadi sasaran, beberapa dari mereka bahkan ditangkap,” tambahnya.
“Tentara pendudukan telah menggunakan kelaparan sebagai senjata terhadap warga sipil, mencegah 3.800 truk bantuan memasuki Gaza utara, dan dengan sengaja membuat hampir 400.000 orang di sana kelaparan, termasuk lebih dari 100.000 anak-anak,” kata kantor media tersebut.
“Bencana ini juga menghancurkan puluhan pusat pengungsian dan tempat berteduh yang menampung puluhan ribu orang terlantar yang meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang aman.”
Kantor media tersebut mengimbau masyarakat internasional dan badan-badan PBB untuk memikul tanggung jawab mereka dan menekan Israel “agar menghentikan kejahatan brutal yang dilakukan terhadap warga sipil di Gaza.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








