Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada Jumat (1/10), bahwa “pembunuhan jurnalis di Jalur Gaza oleh tentara Israel tidak dapat diterima.”
Guterres menambahkan bahwa agresi di Gaza telah memasuki tahun pertamanya bulan lalu dan menekankan bahwa memburuknya situasi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Al-Quds (Yerusalem) bagian timur merupakan dampak dari operasi militer Israel, pembangunan permukiman, dan peningkatan intensitas serangan pemukim yang terus melemahkan kemungkinan tercapainya solusi dua negara.
Guterres mengkritik larangan Israel yang mencegah jurnalis internasional memasuki Gaza dengan menyatakan bahwa wartawan di Jalur Gaza dibunuh pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam agresi sebelumnya.
Ia menekankan bahwa “wartawan yang meliput perkembangan di Tepi Barat yang diduduki juga terbunuh atau terluka oleh tentara Israel.” Ia menekankan bahwa situasi ini tidak dapat diterima.
Kantor Media Pemerintah di Gaza sebelumnya mengumumkan bahwa jumlah jurnalis yang gugur di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 183 sejak 7 Oktober 2023.
Sementara itu, Forum Jurnalis Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa tidak adanya tindakan internasional untuk mengadili Israel dan meminta pertanggungjawabannya atas pembunuhan jurnalis dan penargetan warga sipil di Gaza, membuka jalan bagi Israel untuk melakukan lebih banyak kejahatan terhadap jurnalis dan lembaga media Palestina selama lebih dari setahun agresi genosida di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan pers pada kesempatan Hari Internasional untuk mengakhiri impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis, yang jatuh pada dua November, Forum Jurnalis Palestina mengatakan kejahatan pendudukan Israel terhadap jurnalis berdampak terhadap 183 jurnalis dan ratusan keluarga mereka.
Ia juga mengimbau badan-badan internasional terkait untuk mengambil tindakan serius dan tegas serta meminta pertanggungjawaban pendudukan Israel atas kejahatan beratnya terhadap jurnalis Palestina guna mengakhiri impunitas yang berkelanjutan.
Forum tersebut menyerukan agar tentara pendudukan Israel mematuhi hukum serta konvensi internasional dan kemanusiaan yang mengatur perlindungan jurnalis dan lembaga media selama agresi berlangsung.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








