Otoritas pendudukan Israel (IOA) memaksa seorang warga Palestina untuk menghancurkan bangunan tempat tinggalnya dan bangunan pertanian di Distrik Issawiya, Al-Quds (Yerusalem) bagian timur pada Ahad (03/11) dengan dalih pembangunan tanpa izin.
Menurut sumber setempat, pemerintah kota Israel di Al-Quds (Yerusalem) memerintahkan Dirar Darwish untuk merobohkan sebuah ruangan dan fasilitas pertanian dengan biaya sendiri guna menghindari pembayaran biaya pembongkaran dan denda selangit jika pembongkarannya dilakukan oleh Israel.
Sementara itu, IOA menghancurkan sebidang tanah milik keluarga Aliyan di Kota Beit Safafa, Al-Quds bagian timur. Dalam insiden lain, petugas polisi Israel menyerbu lingkungan al-Bustan di Distrik Silwan, Al-Quds bagian timur dan melakukan pengukuran terhadap beberapa rumah, tampaknya sebagai langkah awal untuk menghancurkannya.
IOA memberlakukan pembatasan pembangunan terhadap penduduk asli Palestina di Al-Quds bagian timur dan mempersulit mereka untuk memperoleh izin mendirikan bangunan. Pembongkaran sistematis oleh Israel terhadap rumah-rumah Palestina di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki diyakini ditujukan untuk menghancurkan psikologis keluarga-keluarga di Al-Quds dalam upaya memaksa mereka pindah dari kota suci tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (1/11) Kementerian Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Palestina memperingatkan bahwa perampasan tanah di daerah Al-Quds (Yerusalem) tersebut mengancam pemindahan puluhan keluarga Palestina dan menggambarkannya sebagai bagian dari “perampasan tanah sistematis Israel yang bertujuan untuk mengusir paksa warga Palestina dari Al-Quds (Yerusalem).”
Kementerian tersebut menambahkan bahwa hal itu merupakan “perpanjangan dari serangkaian tindakan sepihak dan ilegal yang dilakukan oleh otoritas Israel dalam upaya mereka untuk melakukan aneksasi, Yahudisasi, dan isolasi penuh Al-Quds (Yerusalem) dari wilayah Palestina di sekitarnya.”
Pernyataan tersebut menyerukan tindakan internasional yang tegas, bukan hanya sekadar kutukan dan ekspresi keprihatinan, tetapi juga mendesak tindakan untuk memaksa Israel menghentikan “agresinya” dan mengakhiri pendudukannya sesuai dengan resolusi PBB, guna menjaga kredibilitas lembaga internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








