Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich pada Senin (28/10) menyerukan aneksasi penuh Tepi Barat dan Gaza untuk mendorong pendirian permukiman ilegal baru Israel di dalam wilayah Palestina sekaligus pengusiran warga Palestina.
Pemimpin Partai Zionisme Religius sayap kanan itu juga mendesak untuk memukimkan kembali “warga Israel” ke Gaza serta membatalkan penarikan tahun 2005. Berbicara di Middle East Summit di Al-Quds (Yerusalem) yang diselenggarakan oleh Israel 365 untuk audiens evangelis Amerika, ia menolak solusi dua negara, menegaskan bahwa Israel harus dengan tegas menyatakan tidak akan ada negara Palestina.
Menurut Times of Israel, Smotrich malah mengusulkan strategi untuk memperluas permukiman Israel di dalam Tepi Barat yang diduduki sekaligus memberi sinyal kepada “seluruh dunia bahwa negara Palestina tidak akan dibentuk.”
Smotrich juga menyerukan agar kontrol Israel atas Gaza diperkuat dengan mendirikan kehadiran sipil dan militer permanen. Ia berpendapat bahwa tanpa penduduk sipil (pemukim kolonial-red.), pencapaian militer Israel di Gaza tidak akan berkelanjutan. Menurutnya, “Tanpa kehadiran sipil, tidak ada kehadiran militer jangka panjang, tidak ada keamanan, dan ada ancaman eksistensial terhadap Israel dan warganya, dan kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.”
Selain itu, ia menambahkan bahwa warga Palestina hanya boleh mempertahankan pemerintahan lokal terbatas “tanpa karakteristik nasional,” dan menyatakan bahwa mereka yang bersikeras dengan keberadaan negara Palestina harus dipaksa untuk meninggalkan wilayah tersebut.
“Mereka yang tidak ingin atau tidak mampu menyingkirkan ambisi nasional mereka akan menerima bantuan dari kami untuk bermigrasi ke salah satu dari banyak negara Arab untuk mewujudkan ambisi nasional mereka, atau ke tujuan lain di dunia,” katanya.
Tokoh koalisi lainnya juga menolak kemungkinan adanya negara Palestina. Pemimpin Partai New Hope sayap kanan Israel, Gideon Sa’ar, mendesak Israel untuk menolak pendekatan yang berakar pada konsesi, dan malah mendukung “tembok besi politik” terhadap tekanan internasional yang mendukung solusi dua negara.
Ia menyatakan, “Tidak akan pernah ada pengganti untuk kontrol militer operasional penuh Israel atas wilayah dari laut hingga Yordania.”
Anggota Zionisme Religius, Ohad Tal, menambahkan, “Kita harus mengakui bahwa hanya ada kedaulatan Yahudi antara Sungai Yordan dan Laut Tengah. Sejumlah orang akan mengatakan ini tidak realistis, tetapi kami menanggapi bahwa skenario dua negara sendiri telah terbukti menjadi delusi yang berbahaya. Orang lain akan mengatakan bahwa dunia tidak akan mengizinkannya, dan kami menanggapi bahwa begitu orang Yahudi bertekad bahwa ini adalah jalan yang benar, tidak ada rintangan yang terlalu besar untuk diatasi.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








