Pesawat tempur Israel melakukan lebih dari 17 serangan udara pada Rabu (23/10) di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, dalam salah satu pengeboman paling intens sejak perang Israel-Hizbullah meletus pada 23 September.
Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel mencakup empat serangan di pinggiran Kota Laylaki yang menghancurkan enam bangunan dan menyebabkan kebakaran hingga menyebar ke area yang luas.
Meskipun badan tersebut tidak menyebutkan jenis bangunan apa yang terkena dampak, namun dikatakan bahwa sebuah kompleks perumahan hancur.
Dikatakan juga bahwa pesawat Israel menghancurkan kantor saluran TV Al Mayadeen yang diklaim berafiliasi dengan kelompok Hizbullah Lebanon, yang terletak di sebuah apartemen.
Pesawat tempur tersebut dilaporkan menembakkan dua rudal ke kantor tersebut. Namun, NAA mencatat bahwa manajemen saluran tersebut telah mengevakuasi kantor pada awal agresi Israel terhadap Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan udara Israel di pinggiran kota Jnah menyebabkan terbunuhnya satu orang dan melukai lima lainnya, termasuk seorang anak, yang harus dirawat di rumah sakit.
Sesaat sebelum serangan, tentara Israel mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan semua penduduk di pinggiran selatan Beirut. Pernyataan tersebut memerintahkan penduduk untuk segera mengungsi, karena mereka berada “di dekat fasilitas yang direncanakan akan menjadi target militer dalam waktu dekat.”
Israel telah melancarkan kampanye udara besar-besaran di Lebanon sejak bulan lalu dalam eskalasi perang lintas perbatasan selama setahun sejak dimulainya serangan brutal Israel di Gaza.
Setidaknya 2.574 orang meninggal dan lebih dari 12.000 orang terluka dalam serangan Israel sejak Oktober tahun lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Israel memperluas serangan pada 1 Oktober tahun ini dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








