Tiga belas orang, termasuk seorang anak, terbunuh dalam serangan Israel di dekat sebuah rumah sakit di Beirut selatan, kata Kementerian Kesehatan Lebanon.
Serangan pada malam hari di dekat Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri, fasilitas kesehatan publik terbesar di Lebanon, yang terletak beberapa kilometer dari pusat kota, juga melukai 57 orang, kata kementerian pada Selasa (22/10). Tim penyelamat masih terus mencari korban selamat di bawah reruntuhan.
Israel mengeluarkan peringatan evakuasi hanya sesaat sebelum menargetkan pinggiran selatan Beirut dengan serangan besar-besaran.
Namun, tidak ada peringatan untuk daerah sekitar Rumah Sakit Rafik Hariri, yang padat penduduk dan menjadi jalur masuk pengungsi dari daerah yang lebih jauh ke selatan.
Serangan besar-besaran Israel selama hampir sebulan telah menyebabkan meninggalnya sedikitnya 1.489 orang di Lebanon, menurut angka Kementerian Kesehatan Lebanon.
Sementara itu, lebih dari satu juta orang dilaporkan telah mengungsi, dan puluhan ribu orang telah menyeberangi perbatasan ke negara tetangga Suriah.
Serangan semalam di kawasan Ouzai dan Jnah di Beirut memicu eksodus penduduk, menambah tekanan pada tempat penampungan yang kesulitan menampung para pengungsi.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








