Dalam rapat “Persiapan Pemukiman Kembali Gaza”, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan agar warga Palestina “secara sukarela” meninggalkan Jalur Gaza.
“Kami akan mendorong pemindahan sukarela seluruh warga Gaza. Kami akan memberikan mereka kesempatan untuk pindah ke negara lain karena tanah itu milik kami,” kata Ben-Gvir. Selain itu, Menteri Keuangan garis keras, Bezalel Smotrich, juga pernah mengeluarkan seruan serupa pada masa lalu.
Konferensi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kesetaraan Israel, May Golan, yang menyerukan pembentukan permukiman khusus Yahudi di Gaza.
“Kami akan serang mereka di titik yang menyakitkan, yaitu di tanah mereka. Siapa pun yang menggunakan tanahnya untuk merencanakan holocaust lainnya akan menerima Nakba lainnya dari kami,” katanya.
Saat ini, terdapat 140 permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki dan sekitar 30 di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang diduduki.
Menurut Konvensi Jenewa Keempat, yang melarang kekuatan pendudukan memindahkan penduduk sipilnya ke wilayah yang diduduki, permukiman ini dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Pandangan ini didukung oleh beberapa resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Resolusi Dewan Keamanan 242 (1967) dan Resolusi 2334 (2016), yang keduanya menyerukan diakhirinya aktivitas permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








