Serangan militer Israel di Gaza utara terus meningkat. Israel menargetkan rumah sakit sehingga memperburuk situasi kemanusiaan. Dalam rekaman video dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, terlihat kondisi mengerikan di Unit Perawatan Intensif, seperti jasad anak-anak yang terbunuh dan terluka akibat serangan udara Israel di kota Beit Lahia.
Direktur rumah sakit, Hossam Abu Safia, menjelaskan bahwa beberapa anak yang terluka mengalami cedera parah, termasuk seorang anak yang terkena pecahan peluru di paru-parunya. “Sayangnya, kami tidak bisa menyelamatkannya; dia baru saja meninggal dunia bersama keluarganya,” kata Abu Safia.
Selain itu, petugas medis di Rumah Sakit Indonesia melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu sekolah dan menahan para laki-laki di sana sebelum membakar gedung tersebut, yang menyebabkan kebakaran menyebar hingga ke generator rumah sakit dan mengakibatkan pemadaman listrik. Sementara itu, Rumah Sakit Kamal Adwan juga mengalami serangan besar-besaran di sekitarnya.
Warga Gaza juga menghadapi ancaman kelaparan dan kekurangan air. Raed, seorang warga Kamp Jabalia, mengatakan, “Kami menghadapi kematian akibat bom, rasa haus, dan kelaparan. Jabalia sedang dimusnahkan dan tidak ada saksi atas kejahatan ini, dunia menutup matanya.”
Serangan Israel membunuh lebih dari 42.600 orang dan 99.800 lainnya terluka akibat serangan brutal Israel sejak tahun lalu, menyusul serangan Hamas yang memicu konflik ini. Israel menghadapi tudingan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








