Setidaknya 73 warga Palestina terbunuh dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan blok permukiman di Kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara, kata Kantor Media Gaza, Sabtu (20/10).
“Militer Israel melakukan pembantaian mengerikan yang sejauh ini telah merenggut nyawa 73 syuhada dan menyebabkan puluhan orang terluka dan hilang, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, setelah mengebom daerah permukiman padat penduduk dari udara,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Tentara pendudukan Israel melanjutkan kampanye pembersihan etnis, pemusnahan, dan genosida, kali ini di Beit Lahia di Jalur Gaza utara,” tambahnya.
Selama 16 hari berturut-turut, tentara Israel melanjutkan agresi ofensifnya di Gaza utara. Wilayah tersebut berada di bawah pengepungan yang mencekik dan pengeboman terus-menerus, dengan penghancuran rumah-rumah beserta penghuninya.
Pada Ahad (22/10) Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa Israel memaksa warga Palestina di Gaza utara bergerak menuju kematian di tengah serangan dan pengepungan. Mereka memperingatkan bahwa penduduk dipaksa melarikan diri atau menghadapi pembunuhan.
Lebih dari 42.500 orang terbunuh sejak 7 Oktober 2023 dalam kampanye agresi genosida Israel, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta hampir 99.700 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








