Pada Rabu (16/10) tersebar gambar di media sosial yang menunjukkan tentara Israel meledakkan sebuah lingkungan di Kota Mhaibib di Lebanon selatan, sebuah situs bersejarah yang menampung sebuah kuil berusia lebih dari 2.100 tahun. Kota itu berjarak sekitar 115 kilometer (71 mil) dari Beirut.
Walikota Kota daerah tersebut, Qassem Ahmed Jaber, menyatakan ketidakpastian tentang tingkat kerusakan akibat serangan Israel yang sedang berlangsung dan mengevakuasi semua penduduk di daerah itu.
Kota ini memiliki nilai keagamaan dan sejarah yang signifikan karena merupakan rumah bagi makam Nabi Benyamin, putra Nabi Yakub, yang menarik banyak wisatawan, katanya kepada Anadolu.
Dampak pastinya pada situs kuno tersebut masih belum diketahui, tanpa komentar resmi dari para pejabat.
Sebelumnya pada Oktober, tentara Israel memperingatkan penduduk 26 kota di Lebanon selatan, termasuk Mhaibib, untuk mengungsi, dengan alasan potensi aktivitas Hizbullah di daerah tersebut.
Israel telah melancarkan kampanye udara besar-besaran di Lebanon terhadap apa yang diklaimnya sebagai target Hizbullah sejak 23 September, menyebabkan lebih dari 1.500 orang terbunuh dan membuat lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Israel terus memperluas wilayah perang pada 1 Oktober dengan melancarkan serangan ke Lebanon selatan.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








