Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), yang berkantor pusat di London, jumlah pengungsi Suriah yang meninggal di Lebanon akibat serangan Israel yang terus menerus sejak 21 September kini telah mencapai 176 orang, termasuk46 anak-anak dan 33 perempuan.
Baghdadi (64 tahun) adalah satu dari lebih dari seperempat juta warga Suriah yang diyakini telah kembali ke Suriah sejak serangan besar-besaran Israel terhadap Lebanon dimulai bulan lalu. Jumlah pastinya telah disebutkan sebanyak 253.284 orang berdasarkan laporan media lokal.
Setelah 12 tahun di Lebanon, Baghdadi kembali bersama istri dan empat cucunya, yang berusia 11 hingga 14 tahun, ke desa asal mereka di Al-Bara, Suriah. Ayah anak-anak tersebut –putra Baghdadi– meninggal pada tahun 2012 ketika rumah mereka dibombardir, dan ibu mereka telah menikah lagi dan tetap tinggal di Suriah.
Baghdadi telah membawa keluarganya pergi dari rumah angkat mereka di al-Duwayr, sebuah desa di Nabatieh di Lebanon selatan ketika pemboman Israel di Lebanon selatan dimulai dengan kekuatan penuh pada tanggal 21 September. Kota itu telah diserang oleh tentara Israel pada tanggal 23 Agustus selama baku tembak hampir setiap hari terjadi di seberang perbatasan sejak perang Israel di Gaza dimulai pada bulan Oktober tahun lalu.
Keluarga tersebut pertama-tama menuju desa Ghazieh, sebelah selatan Sidon, sekitar 30 km (18,5 mil) jauhnya. Pada malam pertama, mereka terpaksa tidur di trotoar jalan di Sidon karena lalu lintas sangat padat oleh orang-orang yang melarikan diri dari al-Duwayr sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Keesokan harinya, kami pergi ke gunung dekat Sidon dan menyewa rumah seharga $350 selama sepekan. Tidak ada air atau listrik di sana, tetapi masih lebih baik daripada tinggal di jalanan,” kata Baghdadi.
Saat serangan Israel terhadap Lebanon meningkat pada bulan September, Baghdadi memutuskan bahwa akan lebih aman untuk kembali ke Suriah. Meskipun perjalanan pulang dari Lebanon menuju Suriah jauh dari kata mudah, namun tampaknya hal tersebut lebih baik daripada tetap tinggal di Lebanon.
sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








