Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan pada Sabtu (12/10) bahwa jalur bantuan penting ke Gaza utara telah terputus, sementara situasi di sana “telah mencapai titik kritis,” menurut PBB.
WFP menjelaskan bahwa lokasi distribusi makanan di Gaza utara ditutup karena operasi militer Israel dan perintah evakuasi, dalam agresi dahsyat yang telah berlangsung di Jalur Gaza selama 372 hari.
WFP melaporkan bahwa kebakaran terjadi di satu-satunya toko roti yang masih beroperasi di Jabalia setelah terkena amunisi eksplosif Israel. WFP mencatat bahwa peningkatan kekerasan di Gaza utara telah berdampak parah pada ketahanan pangan dan memengaruhi ribuan keluarga Palestina.
Juru bicara deputi PBB, Farhan Haq, mengatakan, “Bantuan yang masuk ke Gaza berada pada tingkat terendah dalam beberapa bulan terakhir. Tidak ada yang menerima paket makanan pada bulan ini karena terbatasnya akses pasokan bantuan.”
Dalam konferensi pers hariannya, Haq mengutip WFP yang menyatakan, “jalur bantuan penting ke Gaza utara telah terputus,” menambahkan bahwa perlintasan utama ke utara telah ditutup dan akan tetap tidak dapat diakses jika eskalasi saat ini berlanjut.”
Ia menjelaskan bahwa WFP telah mendistribusikan stok makanan terakhir yang tersisa di Gaza utara kepada mitra dan dapur yang menampung keluarga-keluarga yang baru mengungsi, namun jumlahnya hanya cukup untuk bertahan selama dua pekan.
Menurutnya, situasi di selatan juga “telah mencapai titik kritis”. Ia menekankan bahwa tidak ada distribusi makanan yang sedang berlangsung, sementara toko-toko roti kesulitan mendapatkan tepung gandum, yang membuat mereka berisiko tutup kapan saja, kata Haq.
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








