Kelompok pejuang Hamas, dalam pernyataannya pada Rabu (9/10), mengecam publikasi rekaman yang menunjukkan tentara Israel menyiksa tahanan Palestina. Hamas menyebut rekaman tersebut sebagai upaya gagal untuk menutupi kebobrokan pendudukan dan menggambarkan Israel sebagai “penjajah dan kriminal.” Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyiarkan rekaman serangan di penjara Ofer, yang memperlihatkan tentara Israel menganiaya tawanan Palestina yang diduga berasal dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.
Hamas menegaskan bahwa perlakuan terhadap tawanan Palestina di penjara Israel, termasuk penyiksaan, perampasan hak, dan pengabaian medis, merupakan kejahatan perang yang melanggar hukum internasional. Mereka bersumpah bahwa perlakuan ini tidak akan mematahkan semangat para tawanan dan menyerukan dukungan dari komunitas internasional, lembaga hak asasi manusia, dan rakyat Palestina.
Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) juga mengecam tindakan brutal Israel terhadap tawanan, mencatat bahwa sejak perang genosida dimulai pada 7 Oktober 2023, tentara Israel telah menyebarkan video penghinaan terhadap tawanan Palestina. Mereka memperingatkan dampak emosional dari rekaman tersebut terhadap keluarga para tawanan dan mengutuk tindakan Israel yang melanggar martabat manusia.
Sejak 7 Oktober 2023, jumlah tawanan Palestina di penjara Israel telah mencapai lebih dari 11.100 orang dari Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








