“Pasokan makanan ke Gaza telah merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir karena otoritas Israel telah memperkenalkan aturan bea cukai baru pada sejumlah bantuan kemanusiaan dan secara terpisah mengurangi pengiriman yang diselenggarakan oleh sejumlah perusahaan,” kata orang-orang yang terlibat dalam pengiriman barang ke Gaza kepada Reuters.
Aturan bea cukai baru berlaku untuk konvoi truk yang disewa oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membawa bantuan dari Yordania ke Gaza melalui ‘Israel’, kata tujuh orang yang mengetahui masalah tersebut. Berdasarkan aturan tersebut, individu dari organisasi bantuan yang mengirim bantuan harus melengkapi formulir yang menyediakan rincian paspor, dan menerima tanggung jawab atas informasi palsu apa pun pada pengiriman.
Mereka mengatakan lembaga-lembaga bantuan menolak persyaratan tersebut, yang diumumkan pada pertengahan Agustus, karena mereka khawatir penandatanganan formulir tersebut dapat membuat staf menghadapi masalah hukum jika bantuan jatuh ke tangan Hamas atau musuh-musuh Israel lainnya.
Akibatnya, pengiriman tidak dapat dilakukan melalui jalur Yordania – jalur utama pasokan Gaza – selama dua pekan. Namun, prosedur tersebut tidak memengaruhi pengiriman melalui Siprus dan Mesir, kata sumber tersebut.
Dalam langkah paralel, otoritas Israel telah membatasi pengiriman makanan komersial ke Gaza. Ini sejalan dengan data PBB dan pemerintah Israel menunjukkan bahwa pada bulan September, pengiriman makanan dan bantuan turun ke level terendah selama 11 bulan.
Pembatasan tersebut, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, telah menyalakan kembali kekhawatiran di kalangan pekerja bantuan bahwa kerawanan pangan yang meluas akan semakin parah bagi 2,3 juta warga Gaza yang terjebak di Wilayah Palestina yang diduduki.
“Kekurangan makanan merupakan salah satu yang terburuk selama agresi, terutama dalam beberapa pekan terakhir ini,” kata Nour Al-Amassi, seorang dokter yang bekerja di Gaza selatan, kepada Reuters melalui telepon.
“Kami pikir kami sudah bisa mengatasinya, tetapi keadaannya malah semakin buruk. Klinik saya menangani 50 anak setiap hari untuk berbagai masalah, cedera, dan penyakit. Rata-rata, 15 dari mereka kekurangan gizi.”
Pada bulan September, menurut statistik COGAT, jumlah truk yang membawa makanan dan barang-barang lainnya ke Gaza turun menjadi sekitar 130 truk per hari dari sekitar 150 truk per hari yang tercatat sejak awal perang. Jumlah ini jauh dari 600 truk per hari yang menurut Badan Pembangunan Internasional AS diperlukan untuk mengatasi ancaman kelaparan di masa perang.
Pada bulan Mei, Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) meminta Pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan bahwa mereka menduga otoritas Israel telah menggunakan “kelaparan warga sipil sebagai metode peperangan”.
Sumber:
https://www.reuters.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








