Ini adalah serangan pertama terhadap kamp yang penuh sesak tersebut sejak agresi Israel ke Gaza, mengingat “ Ein el-Hilweh ” adalah kamp terbesar dari banyaknya kamp Palestina di Lebanon.
Tentara Israel mengumumkan saat fajar pada Selasa bahwa pihaknya memulai operasi militer darat di Lebanon selatan.
- Mengapa Israel menyerang kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon?
Israel telah mengebom Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon seiring dengan meningkatnya serangan di Gaza. Serangan ini konon ditujukan untuk menargetkan Hizbullah dan faksi bersenjata Palestina setelah hampir setahun terjadi pertukaran serangan lintas perbatasan. Meskipun pada kenyataannya, kamp tersebut dihuni oleh para pengungsi Palestina yang merupakan penduduk sipil.
- Apakah kamp tersebut pernah menjadi sasaran Israel pada masa lalu?
Pada awal tahun 1974, jet tempur Israel mengebom kamp tersebut bersamaan dengan pengeboman kamp pengungsi Palestina lainnya di Lebanon. Serangan itu dianggap sebagai serangan udara terberat yang pernah dilakukan di Lebanon. Sejumlah orang dilaporkan meninggal dan puluhan lainnya terluka di antara penduduk kamp yang saat itu berjumlah 20.000 orang.
Pada 1982, selama invasi Israel ke Lebanon, tentara Israel sekali lagi membombardir kamp tersebut, menghancurkan bangunan-bangunan hingga menjadi puing-puing. Kamp tersebut hampir hancur, tetapi jumlah mereka yang meninggal atau terluka setidaknya 25.000 orang, namun tidak ada angka yang pasti.
Puluhan serangan udara Israel tercatat dalam dekade berikutnya, termasuk setelah Israel mundur dari Beirut pada 1985.
“Serangan-serangan pada masa lalu dan yang baru-baru ini terjadi, dapat diartikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Israel untuk mengganggu stabilitas komunitas Palestina di Lebanon, membuat situasi pengungsi dan perjuangan Palestina semakin tidak dapat dipertahankan,” kata Diab.
- Bagaimana sejarah kamp tersebut?
Ein el-Hilweh digambarkan sebagai “ibu kota” pengungsi Palestina di Lebanon, karena merupakan kamp pengungsi Palestina terbesar dari 12 kamp di negara tersebut. Sekarang, kamp yang terletak di dekat wilayah Sidon tersebut menjadi daerah yang ramai dengan kemiskinan yang merajalela.
“Ini adalah kamp pengungsian dengan banyak gang sempit, sangat padat penduduknya, dengan lebih dari 130.000 orang tinggal di sana,” kata Hashem dari Al Jazeera.
Seperti banyak kamp pengungsi Palestina lainnya di Lebanon dan negara-negara tetangga, Ein el-Hilweh didirikan setelah Nakba atau “malapetaka” pada 1948, ketika setidaknya 750.000 warga Palestina diusir secara etnis dari rumah mereka oleh milisi Zionis selama berdirinya negara ‘Israel’.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








