Kementerian Wakaf dan Urusan Agama memperingatkan bahaya normalisasi kehadiran Yahudi sebagai fakta yang telah terjadi di Masjid Al-Aqsa melalui eskalasi pasukan pendudukan Israel dan serbuan pemukim kolonial.
Dalam laporan bulanannya yang dirilis pada Selasa (1/10) mengenai pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, Masjid Ibrahimi, dan tempat-tempat suci lainnya, kementerian tersebut melaporkan 21 serangan ke Masjid Al-Aqsa dengan partisipasi 4.697 pemukim kolonial, menekankan bahwa masjid tersebut telah menyaksikan penggalian dan operasi Yudaisasi yang sedang berlangsung di sekitarnya.
Kementerian tersebut menjelaskan dalam laporannya bahwa “menormalisasi” keberadaan Yahudi di dalam Masjid Al-Aqsa merupakan pelanggaran mencolok terhadap status quo sejak pendudukannya pada 1967.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Kementerian Warisan Israel mendanai serangan pemukim ke Al-Aqsa dengan dana senilai $545.000.
Ia juga menunjukkan bahwa pasukan pendudukan Israel melarang azan sebanyak 69 kali di Masjid Ibrahimi di kota Al-Khalil pada bulan September, dan mencatat bahwa adzan subuh dilarang sebanyak 19 kali berturut-turut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








