Pasukan pendudukan Israel pada Rabu malam (25/9) meledakkan sebuah rumah dan menahan lima warga Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan koresponden WAFA.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa, sebagai bagian dari agresi berkelanjutan terhadap kota dan kamp pengungsi Jenin, pasukan pendudukan menangkap lima pemuda dari lingkungan al-Jaberiyyat dan meledakkan sebuah rumah.
Selain itu seorang perempuan Palestina, Zuhoor Qassem Amor (32 tahun), juga terbunuh dan empat lainnya terluka, termasuk seorang anak dan seorang lansia dalam kondisi kritis, akibat penembakan oleh pasukan pendudukan Israel (IOF) di Desa Anza, Jenin, Rabu (25/9) sore. Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan, seorang anak berusia 9 tahun terluka parah di kepala, sementara seorang remaja mengalami cedera serius di rahang. IOF juga menangkap Mohammed Brahma dan lima pemuda lainnya di Jenin serta meledakkan sebuah rumah di kamp pengungsian.
Sebelumnya, pada hari yang sama (25/9), pasukan pendudukan menyerbu kota, mengepung Rumah Sakit Pemerintah Ibn Sina di Jenin, dan memeriksa ambulans yang keluar masuk rumah sakit.
Dengan pengawalan buldoser, pasukan Israel meratakan beberapa jalan di sekitar Masjid Khalid bin al-Walid dan merusak infrastruktur di sekitar taman bermain kota setempat serta di lingkungan timur dan al-Almaniya.
Tentara bersenjata juga menyerbu kamp pengungsi Jenin, mengerahkan pasukan dan menempatkan kendaraan militer di beberapa lingkungan. Mereka memasuki beberapa rumah di lingkungan As-Sumran, melakukan penggeledahan menyeluruh, dan menerbangkan pesawat tanpa awak di atas area tersebut.
Pasukan pendudukan kerap kali menyerbu rumah-rumah warga Palestina hampir setiap hari di seluruh Tepi Barat, dengan dalih mencari warga Palestina yang “dicari.” Penggerebekan ini sering memicu bentrokan dengan warga dan dilakukan tanpa memerlukan surat perintah penggeledahan, kapan pun dan di mana pun militer memilih sesuai keinginannya yang sewenang-wenangnya.
Pasukan Israel menerapkan tekanan maksimum dengan menargetkan kehidupan warga sipil serta melancarkan kampanye besar-besaran yang bertujuan melemahkan layanan penting di Provinsi Jenin.
Berdasarkan hukum militer Israel, komandan angkatan darat memiliki wewenang penuh atas pemerintahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif bagi sekitar 3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Warga Palestina tidak memiliki suara dalam bagaimana wewenang ini dijalankan.
Sumber:
https://english.almayadeen.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








