• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Gaza: Kota yang Dulu Megah, Kini Terkubur di Bawah Tumpukan Limbah

by Adara Relief International
September 26, 2024
in Berita Kemanusiaan, Kesehatan, News, Sosial EKonomi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Gaza: Kota yang Dulu Megah, Kini Terkubur di Bawah Tumpukan Limbah

Ahmed Abu Abdu in the field. (Photo courtesy of author)

39
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebagai Kepala Manajemen Kesehatan dan Lingkungan di kotamadya Kota Gaza, Ahmed Abu Abdu, bertanggung jawab untuk memproses dan membuang semua jenis limbah, termasuk limbah rumah tangga, medis, industri, pertanian, dan laut. Dengan populasi yang melebihi 800.000 orang, kota tersebut menghasilkan lebih dari 700 ton limbah setiap hari. 

Sebelum genosida Israel dimulai pada 7 Oktober hampir setahun yang lalu, mengelola volume limbah di kota yang terkepung ini sudah sangat menantang. Israel secara sistematis mencegah impor atau pembangunan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, termasuk truk sampah atau fasilitas pengolahan limbah, selama hampir dua dekade. Setelah genosida dimulai, Israel melancarkan perang terhadap semua fasilitas sanitasi dan sistem pengelolaan limbah, dengan tujuan menciptakan krisis lingkungan dan kesehatan di Gaza.

Selama bertahun-tahun, ia telah mengalami beberapa serangan Israel di Gaza — pada tahun 2008, 2012, 2014, dan 2021. Namun, agresi ini berbeda dari yang pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan sekadar serangan biasa, tetapi genosida yang bertujuan untuk merampas kemampuan kota untuk berfungsi. Setiap hari terasa seperti perlombaan melawan waktu untuk mempertahankan layanan penting bagi kota yang secara sistematis dihancurkan.

Pendudukan tersebut menargetkan tim pengelola limbah di Gaza bagian timur, tempat pembuangan sampah berada, sehingga mustahil untuk mengangkut sampah ke sana dan terpaksa menumpuk sampah di tengah kota. Hal ini menciptakan kondisi berbahaya bagi penduduk Gaza.

Sejak awal agresi, Ahmed selalu khawatir tentang keselamatan keluarganya. Ketika tentara Israel memerintahkan evakuasi, mereka membawa keluarganya ke Khan Younis, di selatan Gaza, sesuai instruksi. Bayangan permohonan ibunya yang penuh air mata agar tetap tinggal bersama keluarga saat memutuskan untuk kembali ke utara selalu menghantui pejabat ini. 

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Namun, tanggung jawab untuk kembali ke Kota Gaza dan melanjutkan pekerjaan bagi mereka yang masih bertahan tidak dapat diabaikan. Saat ia berjalan pulang sendirian, ia melewati sebuah kendaraan yang terkena serangan udara. Ia melihat mayat-mayat berserakan di sepanjang jalan dengan puing-puing tersebar di mana-mana, namun ia tetap melanjutkan perjalanan meskipun diliputi ketakutan.

Sekembalinya ke Gaza, Ia berjuang sendiri untuk menyelamatkan sisa-sisa sistem pengelolaan limbah dan menjaga agar layanan dasar tetap berjalan bagi penduduk yang masih bertahan. Di tengah kondisi yang buruk, berat badan Ahmed turun lebih dari 8 kilogram dalam sebulan. Saat berbicara dengan ibunya melalui panggilan video, sang ibu hampir tidak mengenali wajahnya.

Pengelolaan sampah idealnya dilakukan dalam tiga tahap — pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan. Namun, blokade memaksa penggunaan solusi darurat yaitu menggunakan 300 gerobak yang ditarik oleh hewan, yang telah digunakan selama bertahun-tahun hingga genosida dimulai.

Pada hari pertama agresi, pasukan Israel menargetkan para pekerja di tempat pembuangan sampah, melukai banyak orang dan merusak peralatan senilai $1,5 juta. Akibatnya, mereka tidak punya pilihan selain membuang sampah di lokasi darurat yang berada di pusat kota, seperti di pasar Yarmouk dan ruang terbuka di pasar al-Feras. Daerah-daerah yang dulunya ramai kini dipenuhi sampah busuk, menimbulkan risiko kesehatan serius bagi penduduk yang tersisa.

Mengelola lebih dari 500 pekerja menjadi semakin sulit. Separuh dari timnya tinggal di Gaza utara dan terus menggunakan gerobak dorong pada hari-hari awal agresi. Namun, ketika pertempuran semakin intensif, metode ini pun tidak lagi aman. Saat bagian utara Gaza menghadapi pengeboman hebat, banyak pekerja mengungsi dan berlindung di tempat penampungan sekolah.

Dengan lebih dari 150.000 ton sampah yang menumpuk di Kota Gaza, dampak yang terlihat terhadap lingkungan dan kesehatan sangat mengerikan. Saat musim dingin mendekat, tumpukan sampah ini akan menyumbat sistem drainase, yang dapat menyebabkan banjir di kota yang sudah hancur. Banyak penduduk terlantar yang tinggal di tempat penampungan sementara akan menghadapi ancaman banjir.

Bau busuk sampah yang terbakar memenuhi udara saat penduduk mencoba mengelola sampah dengan membakarnya, yang pada gilirannya menghasilkan asap beracun dan memperburuk penyakit pernapasan. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 250.000 kasus penyakit kulit akibat paparan sampah. Dengan limbah medis dan berbahaya yang tercampur dengan sampah rumah tangga, kota ini berada di ambang krisis kesehatan yang parah.

Sistem pengelolaan limbah yang dulu rapuh kini hancur. Lebih dari 150.000 ton limbah meracuni kota, dan musim hujan hanya akan memperburuk situasi. Infrastruktur Gaza runtuh, dan penduduknya tertekan oleh beban genosida. Dunia harus segera bertindak sebelum Gaza menjadi tidak layak huni, dengan penduduk yang hanya memiliki kenangan tentang kota yang dulu megah, kini terkubur di bawah tumpukan limbahnya sendiri.

Sumber:

https://mondoweiss.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kemenkes Gaza Membekukan Penerimaan Jenazah 88 Syuhada hingga Identitasnya Diketahui

Next Post

Kelompok Pejuang Palestina Menyerukan Mobilisasi di Al-Aqsa untuk Mencegah Perayaan Yahudi

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
21
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Kelompok Pejuang Palestina Menyerukan Mobilisasi di Al-Aqsa untuk Mencegah Perayaan Yahudi

Kelompok Pejuang Palestina Menyerukan Mobilisasi di Al-Aqsa untuk Mencegah Perayaan Yahudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630