Pada Minggu (22/9), Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa semua layanan di semua rumah sakit dapat terhenti dalam 10 hari karena kekurangan suku cadang penting dan minyak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan generator berbahan bakar minyak.
Hal tersebut menimbulkan bahaya besar bagi nyawa pasien di fasilitas tersebut, terutama di departemen penting seperti operasi, perawatan intensif, dan ruang perawatan bayi. Kementerian tersebut mengimbau kepada “semua lembaga internasional dan kemanusiaan yang terkait untuk segera campur tangan” agar generator tetap beroperasi.
Menambah beratnya penderitaan, hujan lebat membanjiri kamp-kamp tenda pada malam hari. Rekaman video dan gambar dari bagian selatan Jalur Gaza menunjukkan tenda-tenda yang rusak dan tempat penampungan darurat yang terendam air hujan sepanjang malam.
“Hujan sepuluh menit sudah cukup untuk merendam tenda. Bagaimana jika hujan seharian? Tenda sudah usang dan tidak bisa bertahan di musim dingin,” kata Aya, yang mengungsi bersama keluarganya di Kota Deir Al-Balah, Gaza bagian tengah, tempat sekitar satu juta orang berlindung. “Kami tidak menginginkan tenda baru. Kami ingin perang ini berakhir,” kata perempuan berusia 30 tahun itu.
Lebih banyak tempat penampungan dan pasokan dibutuhkan untuk membantu orang-orang mengatasi musim dingin yang akan datang, kata Juliette Touma, Direktur Komunikasi UNRWA. “Dengan hujan dan suhu yang menurun, orang-orang kemungkinan besar akan jatuh sakit, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap flu dan pilek,” kata Touma.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








