Pasukan Israel menyerang sebuah sekolah yang dijadikan tempat penampungan pengungsi di Gaza utara. Serangan tersebut menyebabkan setidaknya 7 orang terbunuh, kata seorang juru bicara Pertahanan Sipil Palestina.
Sekolah Kafr Qasim di Kamp Pengungsi Shati, sebelah barat Kota Gaza, yang menampung ratusan orang terlantar, menjadi sasaran serangan udara Israel, kata Mahmud Bassal pada Minggu (22/9). Di antara korban luka terdapat “kasus serius”, tambahnya.
Serangan terhadap sekolah ini terjadi sehari setelah 22 orang, termasuk 13 anak-anak dan 6 perempuan, terbunuh akibat serangan udara Israel lainnya di sekolah yang dijadikan penampungan di Gaza utara.
Israel dituding menyasar warga sipil selama agresi, seperti dengan menggunakan bom seberat 2.000 pon (900 kg) di daerah padat penduduk dan menyerang seluruh bangunan tempat tinggal hingga menyerang tenda di “zona aman kemanusiaan”.
Para aktivis mengatakan bahwa Israel dengan jelas telah melanggar hukum internasional yang mengatur perang dan kurang membedakan antara warga sipil dan pejuang bersenjata. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang. Pengadilan yang berbasis di Den Haag tersebut juga telah mengeluarkan surat perintah terhadap dua pemimpin Hamas.
Israel berulang kali menargetkan sekolah dan infrastruktur sipil lainnya dengan klaim bahwa tempat-tempat tersebut digunakan oleh pejuang Hamas, tetapi jarang memberikan bukti atas klaim tersebut.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








