Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengecam serangan pemukim Israel yang sedang berlangsung dan pelecehan terhadap komunitas al-Muarrajat, salah satu dari dua komunitas Badui Palestina yang tersisa antara Ramallah dan Jericho.
Serangan tersebut, kata Kantor Hak Asasi Manusia (OHCHR), dilakukan dengan melibatkan pasukan Israel. OHCHR mengutip sebuah insiden kemarin ketika pemukim kolonial Israel menyerang sekolah dasar di al-Muarrajat dan rumah-rumah di dekatnya selama berjam-jam.
“Mereka menyerang guru, murid, dan aktivis yang hadir di desa sebagai bentuk perlindungan, dengan tongkat dan jeruji besi. Sembilan warga Palestina terluka selama serangan tersebut, termasuk tiga wanita Palestina yang mengalami patah tulang, empat guru wanita, dan seorang aktivis asing,” kata OHCHR.
Dikatakan juga bahwa ketika pasukan Israel tiba, alih-alih menghentikan serangan, mereka malah menangkap kepala sekolah dan anggota masyarakat lainnya.
“Serangan-serangan ini terjadi secara terpadu dengan tujuan untuk memaksa masyarakat meninggalkan tanah dan rumah mereka. Serangan terhadap masyarakat al-Muarrajat ini menyusul pemindahan paksa puluhan masyarakat Badui yang telah lama tinggal di Lembah Yordan.”
Lebih dari 1.600 warga Palestina dari komunitas penggembala dan petani terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak 7 Oktober menyusul kekerasan pemukim dan pembatasan sistematis terhadap akses air, lahan penggembalaan, dan kebutuhan dasar, dengan kolusi otoritas Israel, katanya
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








