Separuh siswa SD Al-Kaabneh di Tepi Barat yang diduduki, tidak pergi ke sekolah pada Selasa(17/9), sehari setelah sekolah tersebut diserang oleh pemukim Yahudi ilegal dengan tongkat kayu dalam kekerasan yang meningkat sejak perang Gaza meletus, Reuters melaporkan.
Serangan tersebut telah melukai tujuh orang dan menguji kesabaran sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat, di tengah peningkatan jumlah korban tewas di Gaza dan konflik yang menyebar di Timur Tengah.
Sebuah video yang direkam oleh aktivis Israel dan diunggah di media sosial menunjukkan sekelompok pemuda memukul orang-orang di halaman Sekolah Al-Ka’abneh selama penyerangan di daerah Badui, dekat Ariha (Yerikho) pada Senin.
“Separuh dari siswa hari ini tidak masuk sekolah karena ketakutan dan teror yang mereka alami kemarin akibat serangan pemukim ilegal di sekolah,” kata Ahmed Nasser, seorang pejabat di Kementerian Pendidikan Palestina, kepada Reuters.
Kekerasan terhadap desa-desa Palestina meningkat bahkan sebelum pecahnya perang Gaza, karena pembangunan permukiman telah menyebar tanpa terkendali di Tepi Barat.
“Kami belajar seperti biasa di kelas, lalu mereka mulai mengatakan bahwa pemukim menyerang sekolah. Saya berhasil mengumpulkan saudara-saudara saya sehingga tidak terjadi apa-apa pada mereka,” kata Aya Mlehat, seorang siswa di sana. “Saya berhasil mengumpulkan mereka di kelas, sementara para pemukim mulai memukul-mukul kelas sambil berusaha mendobraknya.”
Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia menuding pasukan Israel hanya berdiam diri saat serangan terjadi dan terkadang bahkan ikut campur. Sementsra itu, tindakan hukum terhadap pemukim yang melakukan kekerasan jarang dilakukan.
“Tentara datang bersama para pemukim, kami berlari dan bersembunyi di kelas bersama seorang guru, dan tidak kembali ke kelas. Dia menyuruh kami untuk tetap bersembunyi di bawah meja, kami tetap di bawah meja dan dia menyuruh kami untuk diam,” kata seorang pelajar, Malak Mlehat.
Tepi Barat telah menyaksikan penyisiran hampir setiap hari oleh pasukan Israel yang melibatkan ribuan penangkapan dan baku tembak rutin antara pasukan keamanan dan pejuang Palestina.
Lebih dari 703 warga Palestina telah terbunuh di Tepi Barat sejak serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober tahun lalu, termasuk para pejuang dan warga sipil tak bersenjata, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Dalam periode yang sama, sekitar 40 tentara dan warga sipil Israel tewas dalam serangan oleh warga Palestina atau dalam bentrokan dengan pejuang, menurut angka dari badan keamanan dalam negeri Israel.
Sebagian besar negara menganggap pemukiman Yahudi yang dibangun di tanah yang diduduki Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967 sebagai langkah ilegal. Perluasan permukiman tersebut selama beberapa dekade telah menjadi salah satu isu yang paling diperdebatkan antara Israel, Palestina, dan masyarakat internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








