Pemukim ilegal Israel menyerang sebuah sekolah Palestina pada Senin (16/9) di daerah Mu’arrajat, barat laut Kota Jericho, Tepi Barat, menurut seorang aktivis setempat.
Siswa dan guru diserang oleh pemukim ilegal selama serangan di Sekolah Dasar Arab al-Ka’abneh, melukai beberapa orang dan mengepung lingkungan sekolah, kata Hassan Mleihat dari Organisasi Non-pemerintah Al-Baidar untuk Pertahanan Hak-Hak Badui, dalam sebuah pernyataan.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tujuh orang terluka dan dirawat di rumah sakit setelah serangan itu. Para saksi mata mengatakan dua orang, termasuk kepala sekolah, ditangkap oleh pasukan Israel atas tuduhan menyerang para pemukim. Tahanan lainnya adalah seorang aktivis perdamaian Israel.
Para pemukim, bersenjatakan tongkat dan benda tajam, menyerbu sekolah, menyerang siswa dan guru. Mereka juga mengikat kepala sekolah, menurut Organisasi Hak Asasi Badui Palestina, Al-Baydar. Hassan Mleihat, pengawas organisasi tersebut, membenarkan bahwa para pemukim bersenjata mengepung sekolah, mencegah orang tua mengakses tempat tersebut untuk membawa anak-anak mereka dengan aman.
Mleihat juga memperingatkan bahwa serangan tersebut merupakan yang kedua terhadap Sekolah Arab Al-Kaabneh sejak tahun ajaran dimulai kembali sepekan yang lalu.
Kementerian Pendidikan Palestina mengecam serangan pemukim tersebut, menuding tentara dan pemukim Israel mengganggu pendidikan dan meneror anak-anak Palestina. Serangan itu disebut sebagai “pelanggaran berulang yang memperlihatkan wajah buruk pendudukan Israel dan pengabaiannya terhadap hak-hak anak.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








