Otoritas pendudukan Israel (IOA) pada Sabtu (14/9) pagi membebaskan sembilan tawanan dari Jalur Gaza, yang semuanya ditangkap selama agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Sembilan tawanan yang dibebaskan tiba di Gaza melalui penyeberangan Karam Abu Salem, sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Eropa Gaza di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.
Tanda-tanda penyiksaan dan luka parah yang jelas terlihat pada tubuh para tawanan yang dibebaskan. Dokter melaporkan bahwa tanda-tanda kelelahan, keletihan, kekurangan gizi, dan penyiksaan terlihat jelas pada tubuh mereka. Sementara itu, sumber-sumber lokal menerbitkan nama-nama sejumlah tawanan yang dibebaskan.
Sejak pecahnya agresi genosida Israel di Gaza pada Oktober lalu, banyak organisasi hak asasi manusia Palestina dan internasional telah berbicara tentang memburuknya situasi di penjara pendudukan Israel, khususnya di kamp penahanan Sde Teiman.
Sejak tanggal tersebut, ribuan warga dari Jalur Gaza telah ditangkap, dan saat ini ada sekitar 2.500 tawanan laki-laki dan perempuan dari Jalur Gaza yang mendekam di penjara-penjara Israel, menurut Qadoura Faris, kepala Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan.
Pada saat yang sama, penyiksaan terhadap tawanan meningkat secara drastis, dengan berbagai bentuk kejahatan seperti penyiksaan, kelaparan, pengabaian medis, penghilangan paksa, dan kondisi penahanan yang tragis.
Selain itu sejak 7 Oktober 2023, pasukan pendudukan juga telah menahan lebih dari 10.700 orang di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem), serta ribuan warga Gaza dan ratusan warga Palestina sejak 1948.
Sumber:
https://english.palinfo.com/news/2024/09/14/325353/
https://english.wafa.ps/Pages/Details/149249
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








