Direktur Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara, Marwan Al-Sultan, memperingatkan bahwa rumah sakit tersebut akan menghentikan operasinya karena kekurangan bahan bakar solar yang parah.
Dalam pernyataan pers pada hari Ahad (25/8), Al-Sultan menyoroti penolakan berulang untuk mengizinkan masuknya bahan bakar yang dialokasikan melalui penyeberangan Jalur Gaza yang terkepung. Ia menjelaskan bahwa pasokan bahan bakar yang diterima rumah sakit hanya cukup untuk 72 jam.
Direktur rumah sakit mengonfirmasi bahwa operasi bedah dan unit perawatan intensif terancam ditutup, menambah ancaman nyata bagi kehidupan pasien dan menempatkan mereka pada risiko kematian.
Pada Sabtu (24/8), Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza memperingatkan tentang krisis obat-obatan dan bahan medis sekali pakai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kontrol pendudukan atas semua penyeberangan dan penargetan terus-menerus terhadap sektor kesehatan di Gaza juga memperparah situasi.
Otoritas pendudukan Israel mengendalikan segala sesuatu yang memasuki Jalur Gaza yang terkepung. Wilayah ini telah menderita kekurangan bahan bakar parah yang diperlukan untuk mengoperasikan generator rumah sakit, kendaraan kemanusiaan, bahkan toko roti, dan unit desalinasi air.
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








