PBB pada Senin (119/8) menyoroti luasnya perintah evakuasi tentara Israel di Jalur Gaza, dengan mengatakan bahwa perintah tersebut mencakup hampir 86 persen wilayah kantong Palestina.
“Rekan-rekan kami dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa gelombang pengungsian yang berulang, ditambah dengan kepadatan penduduk, ketidakamanan, infrastruktur yang rusak, serta layanan yang terbatas, memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, yang sudah sangat buruk,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers.
Ia mencatat bahwa perintah evakuasi Israel terbaru, yang dikeluarkan pada Sabtu (17/8), telah berdampak terhadap sekitar 13.500 warga Palestina yang mengungsi di 18 lokasi. Perintah tersebut mencakup seluruh kamp pengungsi Al-Maghazi dan beberapa lingkungan di wilayah Deir Al-Balah di pusat Gaza.
“Pemetaan awal menunjukkan bahwa wilayah yang baru saja ditetapkan sebagai wilayah evakuasi mencakup lima gedung sekolah, 14 fasilitas sanitasi air dan kesehatan, serta 10 lokasi kesehatan, termasuk dua pusat perawatan kesehatan primer dan lima titik medis,” kata Dujarric. “Sejak Oktober, 86 persen wilayah Jalur Gaza, atau sekitar 314 kilometer persegi (lebih dari 121 mil persegi), telah ditetapkan sebagai wilayah evakuasi.”
Ia menambahkan bahwa orang-orang terkonsentrasi di zona yang ditentukan oleh otoritas Israel di daerah selatan Al-Mawasi, yaitu tempat kepadatan penduduk yang telah melonjak di antara 30.000 hingga 34.000 orang per kilometer persegi.
Pejabat PBB tersebut juga menyampaikan pesan Hari Kemanusiaan Sedunia dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang mengatakan bahwa pekerja bantuan kemanusiaan “berusaha keras untuk meringankan kesulitan dan penderitaan” di seluruh dunia.
“Tahun lalu, 2023, merupakan tahun paling mematikan yang pernah tercatat bagi personel kemanusiaan,” kata Guterres. “Di Gaza, Sudan, dan di banyak tempat lain, pekerja kemanusiaan diserang, dibunuh, dilukai, dan diculik, bersama dengan warga sipil yang mereka dukung.”
Menuntut diakhirinya serangan terhadap semua pekerja bantuan dan warga sipil, kepala PBB menambahkan, “Menghargai para pekerja kemanusiaan saja tidak cukup. Kita semua harus berbuat lebih banyak untuk melindungi dan menjaga kemanusiaan kita bersama.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








