Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengatakan bahwa sedikitnya 40 komunitas Badui di seluruh wilayah Tepi Barat yang dijajah telah diusir akibat serangan dan kejahatan pemukim kolonial Yahudi, demikian lapor kantor berita Anadolu.
Kemarin (19/8) kementerian tersebut mengatakan bahwa mereka memandang dengan penuh keprihatinan kejahatan pemindahan paksa yang dilakukan terhadap komunitas Badui di seluruh wilayah Palestina yang dijajah oleh kelompok pemukim kolonial Israel, khususnya di Masafer Yatta dan Lembah Yordan.
Pernyataan tersebut menyatakan kekhawatiran yang mendalam atas serangan penjajah terhadap komunitas Badui Palestina. Serangan ini dilakukan dengan dukungan dan perlindungan tentara Israel serta pengawasan langsung dari Menteri ekstremis dalam pemerintahan Israel, Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir. Yang terbaru adalah pengusiran paksa keluarga Badui Palestina terakhir di Umm al-Jamal, Lembah Yordan utara.
“Tindakan tersebut setara dengan pembersihan etnis sebagai bagian dari aneksasi bertahap yang sedang berlangsung di Tepi Barat yang dijajah. Israel ingin mengosongkan wilayah tersebut dari penduduk Palestina dan menggunakannya sebagai permukiman Ilegal dengan tujuan merusak peluang apa pun bagi terwujudnya negara Palestina, dengan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur sebagai ibu kotanya,” kata kementerian tersebut.
Kementerian Palestina menyatakan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti kejahatan yang kompleks ini dan melaporkannya ke pengadilan internasional yang berwenang. Mereka menegaskan bahwa sanksi internasional terhadap aktivitas kolonial dan kejahatan terhadap rakyat Palestina tidak menghalangi para pelaku kejahatan tersebut.
“Perlu ada sanksi internasional yang bersifat pencegahan, tidak hanya terhadap para penjajah dan milisi bersenjata mereka, tetapi juga terhadap para menteri dan pejabat pemerintah Israel yang memberikan perlindungan, dukungan, dan pendanaan kepada orang-orang seperti Smotrich dan Ben-Gvir.”
Gerakan kiri Israel, Peace Now, mengatakan bahwa setengah juta warga Israel tinggal di 146 permukiman besar dan 144 pos permukiman terdepan yang didirikan di Tepi Barat, tidak termasuk Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang dijajah.
Sejalan dengan agresi yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober, tentara Israel telah memperluas operasinya di Tepi Barat yang dijajah, termasuk Al-Quds bagian timur. Sementara itu, pemukim telah meningkatkan serangan mereka terhadap warga Palestina di sana yang membunuh 635 orang dan melukai sekitar 5.400 lainnya, menurut data resmi Palestina.
Agresi Israel di Gaza telah membunuh atau melukai lebih dari 132.000 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, dengan 10.000 lainnya hilang, diduga tewas, di bawah reruntuhan rumah mereka dan infrastruktur sipil lainnya yang dihancurkan oleh negara pendudukan.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








