Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menekankan dalam pernyataan pers pada hari Ahad (18/8) tentang kebutuhan mendesak untuk memberikan dukungan psikologis dan pendidikan bagi anak-anak Gaza–kelompok yang paling terkena dampak agresi Israel di Jalur Gaza.
Juru bicara UNICEF Kazem Abu Khalaf menekankan bahwa situasi terkini di Jalur Gaza membutuhkan respons segera untuk membantu anak-anak kehilangan pendidikan dan menderita kerusakan psikologis yang parah. Ia mencatat bahwa jumlah anak-anak yang menjadi martir kini telah mencapai lebih dari 14.000, selain ribuan yang terluka.
Menurut situs web resmi UNICEF, Abu Khalaf mengatakan bahwa semua anak di Jalur Gaza membutuhkan dukungan psikologis. Setidaknya 625.000 anak telah kehilangan satu tahun pelajaran sejak perang di Jalur Gaza dimulai Oktober lalu. Hingga saat ini, sejumlah anak telah diamputasi anggota tubuhnya dan harus meninggalkan Jalur Gaza untuk menerima perawatan. Abu Khalaf juga menekankan bahwa anak-anak menderita ketakutan dan kecemasan karena perang.
Ia menambahkan bahwa UNICEF telah bekerja selama beberapa waktu terakhir dengan mitra-mitranya di Jalur Gaza untuk mendirikan kelas sementara dalam menyelenggarakan pendidikan, yaitu tenda-tenda besar yang didirikan di tengah-tengah tempat berkumpulnya para pengungsi.
Ia juga menunjukkan bahwa UNICEF dan mitra-mitra kemanusiaannya berupaya memberikan layanan apa pun yang mereka bisa dalam situasi saat ini, seperti bantuan makanan dan bahan bakar ke rumah sakit. Ia mencatat bahwa koordinasi sedang dilakukan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengevakuasi 170 orang yang memerlukan perawatan di luar negeri.
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








