• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Mei 4, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penyiksaan Tawanan Gaza di Penjara Israel “Setetes Air di Lautan”

by Adara Relief International
Agustus 16, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Penyiksaan Tawanan Gaza di Penjara Israel “Setetes Air di Lautan”
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Tampak kurus kering dan terguncang, seperti itulah gambaran para tawanan Palestina yang dibebaskan, sehingga memunculkan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap mereka di penjara-penjara Israel. 

Kisah dan rekaman yang mengganggu tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh penjaga Israel di Penjara Sde Teiman pada bulan lalu telah memicu kemarahan besar setelah seorang tawanan dibawa ke rumah sakit dengan cedera parah pada organ dalamnya.

Kelompok hak asasi manusia telah mengecam otoritas Israel atas apa yang mereka gambarkan sebagai penyiksaan yang meluas dan sistematis terhadap tawanan Palestina.

Namun, meskipun pengawasannya semakin ketat, kasus-kasus yang terungkap sejauh ini hanya mewakili sebagian kecil dari pola perlakuan buruk yang lebih luas, menurut aktivis hak asasi manusia Tal Steiner.

“Jaksa agung militer mengatakan pada minggu ini di Knesset (parlemen Israel) bahwa mereka sedang menyelidiki 74 kasus pelanggaran berbeda terhadap warga Palestina dalam konteks perang,” kata Steiner kepada Anadolu.

“Jadi, itu hanya setetes air di lautan.” 

Fenomena Kekerasan yang Baru 

Steiner, Direktur Eksekutif Komite Publik Melawan Penyiksaan di Israel (PCATI), menyoroti pola pelanggaran yang muncul dalam Layanan Penjara Israel setelah 7 Oktober. Ia menjelaskan bahwa mereka pertama kali mulai menggunakan istilah “kekerasan sistemik” dan penyiksaan untuk merujuk pada fenomena kekerasan yang kini marak terjadi di Layanan Penjara Israel (IPS) terhadap warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki.

“Awalnya, kami tidak memiliki banyak informasi tentang warga Palestina dari Gaza hingga perang berlangsung empat bulan,” katanya.

Namun, seiring dengan semakin jelasnya gambaran tersebut, Steiner mengatakan bahwa mereka menemukan para tawanan secara rutin menjadi sasaran “penganiayaan fisik, pemukulan, penghinaan verbal, kondisi kehidupan yang ekstrem seperti kekurangan makanan, kebersihan, listrik, dan perawatan medis.”

Banyak warga Palestina yang ditangkap dari Jalur Gaza sejak 7 Oktober, ditahan di kamp penahanan militer yang ditunjuk, seperti Sde Teiman.

Di tempat-tempat itu, kata Steiner, laporan menunjukkan bahwa para tawanan ditahan dalam kondisi kehidupan yang ekstrem, sering kali ditutup matanya, diborgol, dan dipaksa berlutut selama 24 jam sehari, sembari menderita pemukulan fisik, penghinaan, hukuman, dan hanya diberi sedikit makanan.

“Anda bisa lihat dari foto-foto orang yang keluar dari kamp militer, betapa mereka tampak kekurangan gizi dan kelaparan, dengan luka-luka yang terinfeksi dan rumit karena kondisi kehidupan di sana,” jelasnya. 

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Sistemik dan Tidak Terisolasi 

Menurut Steiner, jenis insiden yang ditangani organisasinya sebelum serangan Israel ke Gaza adalah insiden terisolasi yang terkait dengan interogasi keamanan oleh badan keamanan Israel, Shabak.

“Kami tidak punya banyak masalah dengan IPS dan dengan perilaku sipir penjara.”

Meskipun kondisi penjara sangat buruk dan “di bawah standar internasional,” dalam hal ruang hidup dan koneksi ke dunia luar, Steiner mengatakan mereka tidak menemukan insiden pemukulan tawanan “sebagai sebuah fenomena.”

“Kami memiliki kasus-kasus yang terisolasi. Kasusnya tidak pernah menyebar luas seperti yang pernah kami lihat.”

Namun, dalam kurun waktu empat bulan, 19 kasus penyiksaan berbeda dari tujuh fasilitas telah dicatat oleh PCATI dan organisasi lainnya.

“Angka ini yang membuat kami menyatakan bahwa hal ini memang sistemik dan bukan hanya terjadi di satu tempat karena tersebar di berbagai fasilitas dalam jumlah besar.” 

Kesenjangan Akuntabilitas yang Besar

Steiner mengatakan 1.450 kasus penyiksaan oleh agen keamanan telah diajukan ke Kementerian Kehakiman Israel selama beberapa tahun terakhir, biasanya dalam konteks penangkapan dan interogasi.

“Namun, hasilnya adalah nol dakwaan dan hanya tiga kasus pidana yang ditindaklanjuti dari hampir 1.500 pengaduan penyiksaan dalam 20 tahun terakhir,” tambahnya.

Israel memiliki “kesenjangan akuntabilitas” yang sangat besar, bahkan sebelum 7 Oktober, kata Steiner, yang menekankan perlunya mendakwa setiap pemangku tugas yang menyalahgunakan kekuasaan mereka dan melanggar larangan mutlak penyiksaan.

Terkait permintaan surat perintah penangkapan yang baru-baru ini diajukan ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk surat perintah penangkapan bagi para pemimpin Israel dan kelompok Palestina Hamas, ia mengatakan bahwa permohonan tersebut “menyebutkan kelaparan dan kebijakan lain terhadap Gaza dalam konteks perang.”

“Namun, mereka tidak menyebutkan tawanan Palestina, yang menurut kami sangat disayangkan karena semuanya menunjukkan bahwa ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang besar dalam hal keseriusan dan skalanya.”

Advokat hak asasi manusia itu juga mengajukan pertanyaan tentang penyelidikan yang diluncurkan terkait kasus penyiksaan baru-baru ini di Penjara Sde Teiman.

“Apakah penyelidikan ini benar-benar akan menghasilkan dakwaan yang signifikan dan hukuman–yang tentu saja tergantung pada bukti yang dapat ditunjukkan oleh jaksa penuntut. Semua itu masih menjadi tanda tanya yang sangat besar.”

Dalam kasus itu, penangkapan beberapa tentara yang dituding terlibat dalam pelecehan seksual terhadap tawanan Palestina telah memicu protes sayap kanan.

Bersama para politisi, para pengunjuk rasa menerobos masuk ke dua pangkalan militer di “Israel” selatan dan tengah untuk memprotes penahanan para tentara.

Steiner menyatakan keprihatinannya tentang tantangan yang dihadapi oleh peradilan militer di bawah tekanan politik yang besar.

Sumber: https://www.aa.com.tr

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kepala HAM PBB: Setiap Hari 130 Orang Terbunuh di Gaza 

Next Post

Update Hari Ke-315: Anak-anak Terbunuh dalam Serangan Israel di Kamp Jabalia

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
39

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
35
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
28
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
23
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
27
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Update Hari Ke-315: Anak-anak Terbunuh dalam Serangan Israel di Kamp Jabalia

Update Hari Ke-315: Anak-anak Terbunuh dalam Serangan Israel di Kamp Jabalia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630