Jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh akibat tembakan pasukan Israel meningkat hampir tiga kali lipat sejak 7 Oktober dibandingkan dengan 10 bulan sebelumnya, menurut laporan yang dirilis pada Rabu (14/8) oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki (OCHA).
Laporan tersebut juga mencatat bahwa jumlah anak-anak Palestina yang terluka akibat peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan Israel meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 7 Oktober dibandingkan dengan 10 bulan sebelumnya (1.411 dibandingkan dengan 615).
“Antara 7 Oktober 2023 dan 12 Agustus 2024, sebanyak 594 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur, selain dua orang yang meninggal karena luka-luka yang diderita sebelum 7 Oktober.”
“Ini termasuk 577 orang yang terbunuh oleh pasukan Israel, sepuluh oleh pemukim kolonial Israel, dan tujuh lainnya yang masih belum diketahui apakah pelakunya adalah pasukan Israel atau pemukim.”
Sementara itu, jumlah korban di pihak Palestina yang terbunuh akibat perang genosida Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza telah meningkat menjadi hampir 40.000, kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan pada Rabu (14/8).
Selama 24 jam terakhir, pasukan Israel membunuh 36 orang dan melukai 54 lainnya, sehingga jumlah total korban terbunuh mencapai 39.965 dan jumlah korban luka mencapai 92.294 sejak agresi genosida Israel meletus pada awal Oktober 2023.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








