Faraj Samouni kembali berkumpul dengan keluarganya di tenda darurat mereka setelah dibebaskan oleh tentara Israel di Deir al Balah bersama 50 warga Palestina lainnya (1/7). Faraj menghabiskan lebih dari enam bulan dalam tahanan setelah ditangkap saat berjalan menyusuri “koridor aman” pada 16 November dalam perjalanan mereka ke selatan Gaza. (Abdul Hakim Abu Rish/Al Jazeera/ Anadolu]
Pasien dan korban luka di Rumah Sakit Eropa Gaza dievakuasi untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza (2/7). Para dokter dan perawat memutuskan untuk melakukan evakuasi setelah melihat kebrutalan yang sebelumnya terjadi di Rumah Sakit Al Shifa dan Nasser. (WAFA/ Anadolu/ MEE/ The National)
Serangan drone Israel pada Selasa malam (2/7) menyebabkan ledakan besar dan membunuh empat warga Palestina di Kamp Pengungsi Nour Shams, Tulkarem, utara Tepi Barat yang diduduki. Faksi nasional dan Islam di Tulkarem berduka atas pembunuhan tersebut dan mengumumkan pemogokan umum di Tulkarem pada Rabu. (WAFA/ Anadolu/ Arab News/ PC)
Menurut laporan WHO (3/7), lebih dari 150.000 orang di wilayah Palestina telah terjangkit penyakit kulit sejak dimulainya agresi Israel di Gaza. WHO telah melaporkan 96.417 kasus kudis dan kutu , 9.274 kasus cacar air, 60.130 kasus ruam kulit, dan 10.038 kasus impetigo. (Omar al-Qatta/ AFP/ Al Jazeera/ AP News)
Serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan perumahan di sebelah RS Nasser, di Khan Yunis, membunuh sedikitnya tujuh orang (3/7). Andrea De Domenico, kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan Gaza adalah “satu-satunya tempat di dunia yang penduduknya tidak dapat menemukan tempat berlindung yang aman, dan tidak dapat meninggalkan garis depan”. (Mohammed Salem/ Reuters/ Al Jazeera)
Para relawan berjuang menyediakan makanan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada warga Palestina yang kesulitan mencari makanan karena serangan Israel terus berlanjut di Khan Younis (4/7). Pada hari yang sama, Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa dua juta orang di Gaza menderita kerawanan pangan akibat agresi dan menyempitnya ruang operasional bagi lembaga bantuan di Gaza. (Anadolu/ TRT World)
Setidaknya tujuh warga Palestina terbunuh dalam serangan militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat (5/7). Pada Jumat dini hari pasukan pendudukan Israel memasuki Jenin dan mengepung rumah Assaad Hashash. Tentara menembakkan granat senapan antitank dan amunisi aktif ke rumah itu sementara pasukan Israel menggunakan pengeras suara untuk menuntut mereka yang ada di dalam agar menyerah. (Jaafar Ashtiyeh/ AFP/ WAFA/ Al Monitor/ AP News)
Ribuan pemukim Israel berunjuk rasa di beberapa kota, menuntut kesepakatan pertukaran sandera dengan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza dan pemilihan parlemen lebih awal (6/7). Para pengunjuk rasa meneriakkan: “Setujui Sekarang” dan mengangkat spanduk bertuliskan slogan tersebut. (Anadolu/ MEMO)
Setidaknya 16 orang terbunuh dan 50 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Sekolah Al-Jawni yang dikelola PBB di Nuseirat, Gaza tengah (6/7). Kantor media pemerintah Gaza mengatakan terdapat 7.000 orang yang berlindung di sekolah tersebut. (Ramadan Abed/ Reuters/ Al Jazeera/ The Guardian)
Jasad tiga pria Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel ditemukan pada Ahad (7/7) di sekitar persimpangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom), dekat perbatasan Gaza dengan “Israel”. Abdel Hadi Ghabayen, paman dari salah satu tawanan mengatakan bahwa ia menemukan keponakannya tergeletak di tanah bersama dengan dua martir lainnya. “Mereka tidak berpakaian dan tangan mereka diborgol plastik oleh tentara Israel.” (Reuters/ MEMO/ The Cradle)
Warga Palestina yang menuju Kota Gaza setelah peringatan evakuasi dikeluarkan, terlihat membawa seorang pria yang terluka dalam serangan Israel (8/7). Menurut PBB, total pengungsi meningkat di Gaza, dari 1,7 juta pada Mei menjadi sekitar 1,9 juta pada Juli. (Ashraf Amra/Anadolu Agency/ MEMO/ CNN)
Tank-tank tentara Israel dikerahkan di Rafah, selatan Jalur Gaza (9/7). Para saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa tank-tank Israel bergemuruh memasuki pusat kota dan melepaskan tembakan hebat ke gedung-gedung. (Jack Guez/ AFP/ France 24/ Al Monitor)
Seorang paramedis membawa anak yang terluka ke RS Nasser akibat pengeboman Israel (9/7). Sebanyak 30 orang terbunuh dan 53 terluka setelah bom Israel menghantam pintu masuk sekolah al-Awdah di Kota Abbasan, timur Khan Younis. “Sejak perang dimulai, dua pertiga sekolah UNRWA di Gaza telah terkena serangan,” kata Philippe Lazzarini, kepala UNRWA. (Bashar Taleb/ AFP/ Al Jazeera/ France 24/ Al Monitor)
Warga Palestina memeriksa kerusakan setelah pasukan Israel mundur dari lingkungan Shujaiya di bagian timur Kota Gaza (10/7). Mahmoud Bassal, juru bicara pertahanan sipil, mengatakan mereka menemukan 60 jenazah dan Israel telah menciptakan kerusakan besar-besaran paling tidak terhadap 85% infrastruktur, termasuk bangunan tempat tinggal di lingkungan tersebut. (Dawoud Abu Alkas/Reuters/ Al Jazeera)
Aktivis antiperang menggelar konferensi pers tandingan sebagai protes terhadap pertemuan puncak NATO di Washington DC pada Kamis (11/7). Mereka menuntut gencatan senjata di Gaza dan diberhentikannya bantuan militer Barat untuk Israel. (Natascha Tahabsem/ZUMA Press Wire/ Mass Peace Action/ The New Arab)
Akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza, para pengungsi yang mencari perlindungan dalam kondisi sulit di Deir al-Balah, mencoba menyejukkan diri dengan berenang di laut di sepanjang wilayah pesisir kota tersebut (12/7). (Anadolu/ The Guardian)
Dalam laporan yang diangkat MEE pada Jumat (12/7), keluarga Mohammed Bahr mengatakan bahwa Bahr, penderita down syndrome telah menjadi objek kebrutalan Israel ketika pasukan Israel mengepung rumah mereka (3/7). Pasukan memerintahkan anjing militer untuk menyerang dan menggigit Bahr, sementara keluarga Bahr diusir dari rumah di bawah todongan senjata. Setelah sepakan, keluarganya kembali ke rumah dan mendapatkan Bahr dalam keadaan membusuk. (MEE/ The National News/ The Independent/ Anadolu)
Serangan udara Israel di Kamp al-Mawasi, sebuah zona aman di Gaza selatan, membunuh sedikitnya 90 orang, melukai 300 lainnya, dan menghancurkan unit penyulingan air (13/7). Menurut jurnalis Al Jazeera, “zona aman” yang menampung 80.000 pengungsi itu terkena “lima bom dan lima rudal”. (Haitham Emad/ EPA/ Al Jazeera/ CNN/ MEE)
Sebanyak 17 orang terbunuh dan lebih dari 80 orang terluka dalam serangan Israel terhadap Sekolah Abu Oraiban yang dikelola PBB (14/7). Ini adalah serangan kelima dalam delapan hari, di sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan. (Ramadan Abed/ Reuters/ Al Jazeera/ TRT/ MEE)
Ratusan demonstran berkumpul di pusat Kota Milwaukee, AS, untuk memprotes Konvensi Nasional Partai Republik (15/7). Berbagai organisasi dan aktivis berkumpul di sebuah taman di luar perimeter keamanan Fiserv Forum, termasuk mereka yang menuntut dihentikannya agresi di Gaza. (Jae C. Hong/ AP Photo/ Al Jazeera)
Seorang anak Palestina yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan medis setelah jet tempur Israel menyerang sekolah UNRWA (16/7). Serangan tersebut membunuh dan melukai banyak orang di Kamp Pengungsi Nuseirat di Deir al-Balah, Gaza. (Ali Jadallah/ Anadolu)
Serangan udara Israel terhadap Masjid Abdullah Azzam di Kamp Pengungsi Nuseirat telah membunuh dua orang dan melukai 15 lainnya (17/7). Sementara itu, orang-orang masih mencari korban tewas dan luka-luka lainnya di antara reruntuhan menara masjid yang runtuh. (WAFA/AFP/ MEE/ Anadolu/ Al Jazeera)
Anak-anak penyandang Down syndrome di Idlib, Suriah, berpartisipasi dalam protes untuk menunjukkan perhatian terhadap penderitaan teman-teman mereka yang menderita kondisi yang sama di Jalur Gaza (18/7). Pembunuhan brutal Israel terhadap Bahr, penderita Down Syndrome di Gaza, semakin membuka mata dunia bahwa pembantaian Israel di Gaza sama sekali tidak pandang bulu. (Izzettin Kasim/ Anadolu/ Palestine Online)
Menteri ekstremis Israel Itamar Ben-Gvir melakukan kunjungan provokatif ke Masjid al-Aqsa dan merekam dirinya di situs suci umat Islam (18/7). Ia mengatakan bahwa ia “berdoa dan bekerja keras” agar Netanyahu menolak tekanan internasional untuk menandatangani kesepakatan gencatan senjata dan sebaliknya, ia berharap Netanyahu melanjutkan kampanye militer di Gaza. (AP News/ The Guardian/ Al Arabiya)
Hakim Nawaf Salam, Presiden ICJ, berbicara selama sidang terbuka untuk memungkinkan para pihak memberikan pandangan mereka tentang konsekuensi hukum pendudukan Israel atas wilayah Palestina (19/7). ICJ menemukan banyak pelanggaran hukum internasional dan memerintahkan Israel untuk mengakhiri pendudukannya atas wilayah Palestina “secepat mungkin” dan memberikan ganti rugi penuh. (Reuters/ Ashraq Al Awsat/ The Guardian/ Anadolu)
Jet tempur Israel menyerang kota Pelabuhan Hodeidah di Yaman pada Sabtu (20/7), membunuh sedikitnya tiga orang dan melukai 87 orang, sehari setelah drone Yaman berhasil menembus Tel Aviv. Serangan tersebut menargetkan kilang minyak dan infrastruktur listrik di Hodeidah. (MEE/ CNN/ BBC/ The Guardian/ Al Jazeera)
Bayi Gaza, Malek Yassin, dilahirkan melalui operasi caesar darurat di RS Al-Awda setelah ibunya meninggal karena luka parah yang diderita akibat serangan Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat (20/7). “Israel menargetkan rumah putri saya dengan rudal berdaya ledak tinggi, menyebabkan dia terlempar dari lantai empat,” kata Adnan al-Kurd, kakek bayi tersebut. (Eyad Baba/AFP/ Anadolu/ France 24)
Warga Palestina khawatir virus polio yang terdeteksi di air limbah akan menginfeksi anak-anak mereka (21/7). Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa pengujian pada sampel limbah, yang dilakukan dengan koordinasi dengan UNICEF, mengonfirmasi keberadaan virus polio. (Dawoud Abo Alkas/Anadolu/ MEMO)
Anak-anak Palestina terluka dalam serangan Israel di Khan Younis (22/7). Penembakan tank dan serangan udara Israel itu membunuh sedikitnya 39 warga Palestina. Sementara itu, pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengimbau warga untuk menyumbangkan darah karena banyaknya korban yang dilarikan ke pusat medis. (Hatem Khaled/Reuters/ Al Jazeera)
Pasukan militer Israel melakukan operasi sebelum fajar di Kamp Pengungsi Tulkarem, Tepi Barat yang diduduki, membunuh sedikitnya lima orang, termasuk seorang perempuan dan putrinya (23/7). Lebih dari 25 kendaraan militer, termasuk buldoser, menyerbu kamp tersebut dengan serangan yang berlangsung selama berjam-jam. (Jaafar Ashtiyeh/ AFP/ WAFA/ Al Jazeera/ France 24)
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di dekat kantor Kongres AS Capitol Hill, di Washington (24/7). Mereka mengecam perang Israel di Gaza dan kedatangan Netanyahu beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berpidato di hadapan anggota Kongres. Pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “tangkap Netanyahu” dan “hentikan semua bantuan AS untuk Israel”. (Nathan Howard/ Reuters/ Al Jazeera/ AP News/ Washington Post)
Atlet Olimpiade Palestina disambut dengan sorak sorai penonton dan hadiah berupa makanan serta bunga mawar saat mereka tiba di Paris (25/7). Mereka siap untuk mewakili Gaza yang dilanda perang dan wilayah Palestina lainnya di panggung global. Mereka berharap kehadiran mereka akan menjadi simbol keteguhan Palestina di tengah agresi Israel yang telah merenggut lebih dari 39.000 nyawa warga Palestina. (Megan Janetsky/ AP Photo/ Arab News/ Ashraq al Awsat)
Fauzi Abdel Aal, 21 tahun, dilarikan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, setelah dibebaskan dari penjara Israel (25/7). Sedikitnya delapan warga Palestina yang ditahan di Penjara Ofer Israel telah dibebaskan ke Gaza. Mereka menceritakan penyiksaan yang dialami, seperti disetrum di bagian mulut. (Doaa Albaz/Anadolu/ Al Jazeera]
Seniman Palestina melukis wajah-wajah Gaza selama agresi Israel (26/7). Ahmad Mhanna, 40 tahun, menyalurkan hobinya dengan menggambar di atas karton yang dikumpulkannya dari paket bantuan di Deir el-Balah, Jalur Gaza bagian tengah. (Bashar Taleb/AFP/ Al Jazeera)
Jika masih dapat bersekolah, Karam adalah anak kelas 3 SD, tetapi Israel merenggut haknya dalam mendapatkan pendidikan. Dalam situasi agresi, Karam memutuskan untuk membantu relawan di dapur kemanusiaan (27/7). Ia bertugas untuk membantu membuat roti Saj, hidangan khas Palestina. (Hani al-Madhoun)
Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, menyerukan pada Ahad (28/7) agar masyarakat dunia turun ke jalan pada 3 Agustus sekaligus menyeru agar tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Aksi Internasional untuk Gaza dan tawanan Palestina di penjara Israel. Menjelang hari ke-300 agresi, setidaknya 39.324 orang terbunuh dan 90.830 orang terluka dalam agresi Israel di Gaza. (MEMO)
Ribuan warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka saat pasukan Israel kembali menyerbu kota-kota padat penduduk di Gaza selatan dan tengah (29/7). Pengungsi bergerak menuju ke al-Mawasi di barat atau Deir el-Balah di utara. Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menuding Israel menciptakan “kekacauan dan kepanikan” dengan seringnya mengeluarkan perintah evakuasi. (Eyad Baba/ AFP/ Al Jazeera/ CNN)
Ribuan warga Palestina kembali ke rumah mereka di Khan Yunis (30/7) setelah pasukan pendudukan Israel mengakhiri serangan selama seminggu di kota itu. Serangan tersebut membunuh setidaknya 255 warga Palestina dan melukai lebih dari 300 lainnya. Kantor media Gaza menyatakan 300 rumah terkena tembakan Israel selama serangan itu. (Ali Jadallah/ Anadolu/ MEMO)
Kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh pada Rabu dini hari di Teheran Ibu Kota Iran (31/7), setelah menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Hamas menyatakan Haniyeh terbunuh akibat serangan berbahaya Zionis. (Kantor Kepresidenan Iran/ Al Jazeera/ MEMO/ MEE/ Anadolu)
Pengunjuk rasa berbaris di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki serta di Lebanon dan Iran untuk memprotes pembunuhan Ismail Haniyeh (31/7). Di Ramallah, ratusan warga Palestina berbaris menuju pusat kota yang merupakan pusat administrasi Otoritas Palestina, tempat Haniyeh sempat menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 2006. (Mohammed Torokman/Reuters)
LMS
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








