Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menuding tentara Israel terus memberlakukan blokade yang tidak manusiawi di Jalur Gaza dengan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan penting bagi penduduk.
“Pihak berwenang Israel terus memberlakukan blokade sewenang-wenang di Jalur Gaza. Mereka menolak untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok masuk ke Jalur Gaza. Hal ini terjadi di tengah penyebaran penyakit menular dan buruknya situasi yang dihadapi oleh sekitar 2,3 juta warga Palestina di daerah kantong tersebut. Ini merupakan kelanjutan dari kejahatan genosida menyeluruh Israel, yang dimulai pada 7 Oktober 2023,” kata Euro-Med dalam sebuah pernyataan pada Rabu (31/7).
Euro-Med menekankan bahwa konsekuensi dari tindakan Israel yang secara sengaja memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dengan menghalangi akses masyarakat terhadap produk pembersih dan kebersihan pribadi, peralatan medis, dan perlengkapan sterilisasi, sangatlah mengerikan.
“Tidak ada alasan untuk membiarkan kondisi yang dapat mengakibatkan kematian yang meluas, termasuk penyebaran penyakit kulit dan infeksi serius, termasuk hepatitis,” tambah Euro-Med.
“Israel dengan sewenang-wenang menolak memberikan perlengkapan dan peralatan kebersihan kepada seluruh penduduk Jalur Gaza. Hal ini memperburuk krisis kesehatan yang disebabkan Israel di sana. Krisis ini diperparah dengan perintah evakuasi, pemindahan paksa yang meluas dan terjadi berulang kali,” Euro-Med menggarisbawahi.
“Sekitar 680.000 perempuan dan anak perempuan di Jalur Gaza berada dalam usia produktif. Mereka tidak memiliki akses terhadap pembalut dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka juga menghadapi tantangan lain seperti kurangnya akses terhadap air, toilet, berbagai produk kebersihan, dan privasi,” Euro-Med menjelaskan.
“Kami tidak punya cukup uang untuk membeli makanan bagi anak-anak kami, jadi kami tidak bisa membeli bahan pembersih dan sabun karena harganya mahal dan ketersediaannya terbatas,” kata seorang warga setempat kepada tim Euro-Med.
“Rambut istri dan anak-anak saya terinfeksi kutu, dan kami semua menderita penyakit kulit akibat tidak mencuci rambut dan tidak menggunakan cukup sabun dan sampo.”
Puluhan ribu kasus penyakit kulit, termasuk eksim, telah dilaporkan ke fasilitas medis setelah penyakit tersebut muncul dan menyebar di tempat penampungan dan kamp bagi para pengungsi yang tinggal di tenda, menurut Euro-Med.
“ Israel telah melakukan pengepungan yang sewenang-wenang dan represif terhadap rakyat Palestina di sana, menjepit mereka ke dalam wilayah yang sangat kecil dengan sumber daya yang sangat terbatas; tidak memberi mereka akses terhadap makanan, air bersih, dan kebutuhan lainnya; dan membiarkan mereka terpapar suhu panas yang ekstrem,” kata Euro-Med.
Sumber: https://english.palinfo.com/news/2024/08/01/323029/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








