Tujuh tawanan Palestina telah mencoba bunuh diri di penjara militer Ofer milik Israel di Tepi Barat. Motif utama percobaan bunuh diri tersebut disebabkan oleh kebrutalan sipir penjara, kata otoritas Palestina pada hari Ahad (28/7), Anadolu Agency melaporkan.
“Para tawanan menjadi sasaran pemukulan selama penangkapan dan penahanan,” kata Komisi Urusan Tawanan.
“Jika seorang tawanan terlambat datang ke kantor polisi atau terlambat bangun pukul 4 pagi, dia akan dipukuli dan dianiaya,” imbuhnya. “Karena mereka mengalami kelaparan dan kelalaian medis, para tawanan lebih memilih kematian daripada menjalani kehidupan yang menyedihkan ini,” tambahnya.
Belum ada komentar langsung dari Israel mengenai laporan tersebut.
“Sementara itu, pasukan Israel menangkap enam warga Palestina lagi, termasuk dua anak-anak, dalam serangan militer di Tepi Barat pada hari Ahad (29/7),” kata Masyarakat Tawanan Palestina dalam sebuah pernyataan.
Penangkapan baru ini menambah jumlah warga Palestina yang ditahan oleh tentara Israel di Tepi Barat yang dijajah menjadi 9.845 sejak 7 Oktober 2023.
Setidaknya 592 warga Palestina di Tepi Barat telah terbunuh dan hampir 5.400 lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel di wilayah yang dijajah, menurut Kementerian Kesehatan.
Dalam pendapat penting pada 19 Juli, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan keberadaan pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah “ilegal” dan menyerukan evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








