Otoritas Israel membebaskan tujuh tawanan Palestina dari Gaza pada Kamis (25/7), termasuk dua perempuan. Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), pertolongan pertama diberikan kepada para tawanan yang dibebaskan di pos pemeriksaan militer Kissufim. Wilayah tersebut terletak di sebelah timur Deir Al-Balah, sebelum mereka dipindahkan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Dua tawanan yang dibebaskan menceritakan penyiksaan dan pelanggaran yang mereka alami selama penahanan. Muhammad Al-Louh menggambarkan pengalamannya ketika harus menghabiskan 30 hari di penjara pendudukan, menghadapi penyiksaan berat, pemukulan terus-menerus, dan sengatan listrik.
Al-Louh juga menyebutkan bahwa para tawanan diborgol, dan ditutup matanya sepanjang waktu, tidak diperbolehkan mengangkat kepala, dan dijejalkan ke dalam ruangan sempit tanpa menyediakan kebutuhan dasar.
Korban selamat Palestina lainnya yang dibebaskan pada hari yang sama, Muhammad Abu Shaar, melaporkan telah mengalami penyiksaan dengan sengatan listrik beberapa kali, disertai pemukulan dan larangan tidur selama penahanannya. Ia juga mencatat bahwa makanan yang diberikan tidak mencukupi dan kualitasnya buruk.
Secara berkala, tentara Israel membebaskan tawanan Palestina yang ditangkap dalam serangan daratnya di Gaza, yang dimulai pada Oktober. Setelah dibebaskan, para tawanan mengungkapkan rincian perlakuan tidak manusiawi yang mereka terima di penjara pendudukan, banyak yang menderita cacat permanen.
Sejak awal agresi terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober, pasukan pendudukan Israel telah menahan ratusan warga sipil. Media Israel, Haaretz, melaporkan awal tahun ini bahwa tawanan Palestina menjadi sasaran pemukulan, diborgol ke dinding dan dipaksa berdiri dengan tangan terikat di atas kepala.
Pada bulan Mei, CNN mengungkap rincian mengerikan tentang penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap warga Palestina dari Gaza di satu fasilitas penahanan Israel. Para dokter berbicara kepada kanal berita tersebut tentang penyiksaan yang dilakukan terhadap para tawanan. Sementara, para tawanan yang dibebaskan mengatakan bahwa staf medis di fasilitas tersebut turut serta dalam mempermalukan dan menyiksa tawanan.
Sekitar 9.700 warga Palestina berada di penjara Israel, termasuk 80 perempuan dan 250 anak-anak, menurut perkiraan Klub Tawanan Palestina.
Lembaga tersebut menambahkan bahwa jumlah ini termasuk 3.380 tahanan administratif – yang ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan, dan terdapat dua wanita hamil yang berada di bawah hukuman penahanan administratif.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








