Rabu (24/7), Hamas menyebut serangan Israel terhadap warga sipil dan bangunan perumahan di Khan Yunis sebagai “pembersihan etnis” .
Tentara Israel melanjutkan operasi militernya di Khan Yunis tiga hari berturut-turut. Mereka menembakan artileri dan membongkar bangunan tempat tinggal warga.
Militer Israel melancarkan serangan mendadak di kota itu setelah mengeluarkan perintah evakuasi. Wilayah tersebut sebelumnya ditetapkan oleh Tel Aviv sebagai “zona aman” bagi warga sipil yang mengungsi.
Setidaknya 89 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 300 lainnya terluka dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di kota itu, menurut pihak berwenang setempat.
“Penghancuran sistematis Israel yang terus berlanjut terhadap lingkungan permukiman di Khan Yunis, penembakan yang disengaja dan langsung terhadap warga sipil, dan penembakan tanpa pandang bulu terhadap wilayah permukiman merupakan kelanjutan dari genosida dan pembersihan etnis” di Gaza, terang Hamas dalam sebuah pernyataan.
“Penjajah terus menghancurkan apa yang tersisa dari tonggak-tonggak kehidupan di hadapan dunia yang tidak mampu mengambil langkah-langkah pencegahan,” tambahnya.
Kelompok perlawanan Palestina menyerukan kepada masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa “untuk bergerak tidak sekadar mengeluarkan kutukan dengan mengambil langkah-langkah praktis untuk menghentikan agresi ini dan meminta pertanggungjawaban para penjahat perang.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








