Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa penutupan setiap fasilitas kesehatan di Gaza dapat berdampak tragis, lapor Anadolu Agency.
Jason Straziuso menyatakan bahwa Rumah Sakit Eropa Gaza tidak berfungsi akibat perintah evakuasi Israel.
“Kami memindahkan 19 pasien dan 10 staf medis dari RS. Eropa Gaza ke Rumah Sakit Lapangan ICRC di Rafah. Ini dilakukan dengan tujuan menyediakan perawatan kesehatan yang mereka butuhkan,” kata Straziuso kepada Anadolu.
“Setiap kali fasilitas medis terpaksa menutup operasinya, itu berarti semakin kecil peluang orang-orang yang membutuhkan bantuan medis di Gaza untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.
“Hal ini dapat mengakibatkan hasil yang tragis,” Ia memperingatkan.
Menanggapi perintah evakuasi Israel, pada Selasa (2/7), ICRC mengumumkan niatnya untuk mengevakuasi tim medis dan pasien dari Rumah Sakit Eropa ke rumah sakit lapangan di selatan Al-Mawasi.
Meskipun Israel tidak memerintahkan evakuasi terhadap rumah sakit, namun pasien dan tim medis memutuskan sendiri untuk mengungsi. Hal ini sebab biasanya perintah evakuasi akan diikuti oleh operasi militer.
“Begitu kondisinya memungkinkan, staf akan kembali ke RS Eropa dan melanjutkan bekerja di sana,” kata ICRC.
Tercatat bahwa ribuan orang, termasuk pasien, keluarga, dan tenaga medis, mengetahui instruksi evakuasi pada sore hari dan melarikan diri dalam kepanikan dan ketakutan.
ICRC menekankan bahwa rumah sakit tersebut kini tidak dapat lagi beroperasi secara efektif karena banyaknya staf yang telah dievakuasi, termasuk staf medis, perawat, administrasi, dan pendukung.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa 320 pasien dan seluruh tenaga medis telah dievakuasi dari RS Eropa dan tiga truk berisi peralatan medis dari rumah sakit juga telah dipindahkan.
Mayoritas pasien telah dirujuk ke Kompleks Medis Nasser, yang sekarang sudah berkapasitas penuh dengan lebih dari 350 pasien, kata Tedros Adhanom Ghebreyesus di akun X (Twitter).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








