Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih dari 150.000 orang di Gaza telah terjangkit penyakit kulit akibat kondisi kehidupan yang buruk sejak dimulainya agresi Israel.
Skabies dan cacar air sangat meluas di wilayah pantai Palestina, kata Sami Hamid, seorang apoteker di klinik darurat, kamp Deir el-Balah. Hamid mengatakan kepada AFP bahwa dia baru-baru ini mengunjungi sekolah darurat dan mendapati 24 dari 150 siswa menderita skabies.
Mohammed Abu Mughaiseeb, seorang koordinator medis Doctors without Borders (MSF) mengatakan bahwa anak-anak Gaza sangat rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah akibat kekurangan gizi. Kondisi mereka juga rentan karena tempat tinggal yang tidak layak dan buruknya kebersihan.
Ia juga mengatakan bahwa cuaca panas di Gaza meningkatkan keringat dan penumpukan kotoran yang menyebabkan ruam dan alergi. Jika digaruk dapat menyebabkan infeksi.
Selain kasus skabies, kutu, cacar air, dan ruam kulit lainnya, dokter MSF khawatir munculnya kondisi kulit seperti leishmaniasis. Penyakit tersebut dapat berakibat fatal dalam bentuk yang paling ganas, lapor AFP.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








