Para legislator di Amerika Serikat pada pekan ini memberikan suara untuk mencegah pemerintah mengutip jumlah korban tewas warga Palestina di Gaza yang dibunuh oleh Israel, dalam upaya terbarunya untuk secara langsung menyensor fakta dan kritik terhadap penjajahan dan kejahatan perang Israel.
Dalam pemungutan yang berjumlah 269 suara, 144 mendukung amandemen bipartisan di DPR AS. Langkah tersebut berupaya untuk melarang Departemen Luar Negeri menggunakan dana anggaran urusan internasional untuk menayangkan angka dan statistik yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Hal ini pada dasarnya bertujuan untuk menyensor setiap penyebutan jumlah warga Palestina yang telah dibunuh Israel di Jalur Gaza sejak awal agresi.
Setelah mendapat suara terbanyak dan didukung oleh 62 anggota Partai Demokrat dan 207 anggota Partai Republik, usulan amandemen tersebut kini akan diajukan ke Senat untuk dipertimbangkan. Jika disahkan, pemerintah AS akan dilarang mengakui bahwa Israel telah membunuh sedikitnya 37.765 warga Palestina di Jalur Gaza dan melukai 86.429 lainnya sejauh ini.
Pemungutan suara tersebut dikutuk oleh banyak pengamat dan kritikus yang bersikeras bahwa hal itu hanya bertujuan untuk menyensor fakta-fakta yang berkaitan dengan skala kejahatan perang Israel di Gaza.
Salah satu pengkritiknya adalah anggota Kongres Palestina-Amerika Rashida Tlaib, yang menyatakan dalam pidatonya di DPR menjelang pemungutan suara bahwa sejak tahun 1948, “telah ada upaya terkoordinasi, terutama di majelis ini, untuk tidak memanusiakan warga Palestina dan menghapus keberadaan warga Palestina”.
Ia menekankan bahwa “rekan-rekannya ingin melarang pejabat AS untuk menyebutkan jumlah warga Palestina yang terbunuh”, dengan menyoroti fakta bahwa enam anak tewas di Gaza setiap jam. “Namun, warga Palestina bukan sekadar angka. Di balik angka-angka ini ada orang-orang yang sangat nyata—ibu, ayah, anak laki-laki, anak perempuan yang hidupnya telah direnggut dan keluarga mereka tercerai-berai, dan kita tidak seharusnya berusaha menyembunyikannya”.
Tlaib mengutuk “rasisme anti-Palestina di majelis tersebut”, dan menekankan bahwa rekan-rekan anggota parlemennya “bahkan tidak mau mengakui keberadaan orang-orang Palestina. Tidak ketika mereka masih hidup, dan sekarang, bahkan ketika mereka sudah mati. Benar-benar menjijikkan. Ini adalah penyangkalan genosida.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








