Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pada Selasa (25/6) bahwa kekurangan bahan bakar di Jalur Gaza terus menghalangi operasi bantuan kemanusiaan, Anadolu Agency melaporkan.
Dia mengatakan kepada jurnalis bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) kekurangan bahan bakar yang terus menghambat operasi bantuan dan menghalangi akses terhadap air, sanitasi, kesehatan, dan fasilitas penting lainnya di seluruh Jalur Gaza.
Sejak awal 2024, Ia mengatakan bahwa jumlah bahan bakar diesel dan benzena yang masuk ke Gaza setiap bulannya hanya 14 persen dari jumlah yang masuk sebelum Oktober 2023, yaitu 2 juta liter dibandingkan dengan 14 juta liter yang biasanya masuk ke Gaza.
Pada hari Ahad (23/6), Direktur Rumah Sakit Lapangan Kuwait di Khan Yunis mengatakan generator listrik utamanya telah berhenti berfungsi karena kekurangan bahan bakar dan fasilitas tersebut sekarang hanya mengandalkan generator sekunder untuk mempertahankan operasinya.
Beralih ke serangan udara Israel yang menghantam sebuah sekolah di Gaza utara, hingga membunuh 12 orang dan melukai 22 lainnya, Dujarric mengatakan serangan tersebut sebagai hal yang tragis.
“Ini merupakan hal tragis yang sudah menjadi rutinitas,” katanya. “Dan biar jelas, itu adalah gedung yang dulunya digunakan sebagai sekolah. Saat ini tidak ada lagi sekolah yang dikelola PBB di Gaza. Anak-anak tidak mendapatkan pendidikan, namun saya dapat memberitahu Anda bahwa kami menyimpan katalog semua insiden dan serangan atau penyalahgunaan terhadap fasilitas PBB.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








