Militer AS telah memasang kembali dermaga terapung yang bermasalah ke pesisir Jalur Gaza setelah baru-baru ini melepasnya akibat kondisi laut yang buruk, lapor kantor berita Reuters, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Laporan tersebut menggambarkan dermaga terapung buatan AS sebagai sebuah dermaga bongkar-pasang, dan mengatakan bahwa operasi di dermaga tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis.
Hanya sejumlah bantuan terbatas yang telah dikirim melalui dermaga tersebut sejak dibuka pada 17 Mei, 10 hari setelah pasukan Israel merebut perbatasan Rafah dengan Mesir, yang telah menjadi sumber utama pasokan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza setelah blokade Israel menghancurkan sumber pangan lokal.
Seorang juru bicara PBB pada hari Rabu (19/6) mengatakan bahwa tidak ada pembaruan mengenai dermaga tersebut sejak Program Pangan Dunia (WFP) menghentikan pengiriman karena masalah keamanan. Penghentian ini terjadi di tengah tudingan bahwa dermaga tersebut berperan dalam operasi penyelamatan tawanan Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat di Gaza Tengah yang menewaskan lebih dari 270 orang– tudingan ini dibantah oleh AS.
Dermaga senilai $230 juta itu telah menjadi simbol kegagalan dan kontradiksi kebijakan AS di Gaza bagi sebagian orang.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








