Patrick Bigger, seorang peneliti kebijakan iklim yang berbasis di AS, mengatakan bahwa kehancuran lingkungan Gaza akibat perang Israel di wilayah tersebut akan memakan waktu puluhan tahun untuk pulih.
“Krisis sosial dan lingkungan di Gaza tidak dimulai pada 7 Oktober. Krisis ini sebetulnya sudah memburuk cukup parah selama 15 tahun terakhir. Namun, pengeboman Gaza yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pasukan Israel telah menciptakan tantangan lingkungan yang sangat serius hingga akan membutuhkan beberapa dekade untuk pulih,” kata Bigger kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara.
“Situasi air sangat memprihatinkan,” kata Bigger. Ia mencatat bahwa wilayah Mediterania timur sudah diidentifikasi sebagai titik panas perubahan iklim yang berdampak serius terhadap kualitas dan ketersediaan air.
Pasokan air di Gaza kini semakin memburuk akibat dampak langsung dari pengeboman Israel, dan lingkungan mereka juga telah rusak karena tindakan darurat yang harus dilakukan warga Gaza agar mendapatkan air dalam jumlah yang dapat mereka akses saat ini.
“Pencemaran limbah yang tidak diolah di lepas pantai Gaza adalah dampak yang sangat serius dan sangat sulit untuk diperbaiki,” katanya.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








