Israel telah melakukan lebih dari 3.300 pembantaian terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung sejak 7 Oktober, yang menghilangkan nyawa sekitar 40.000 korban, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, kata Kantor Media Pemerintah di Gaza.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (13/6), Kantor Media Pemerintah memperingatkan bahwa rakyat Palestina di Jalur Gaza menderita kelaparan, kelangkaan makanan, dan kehausan, terutama di Kota Gaza dan wilayah utara Gaza akibat penutupan semua perlintasan ke daerah tersebut dan pembatasan jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa penggunaan kelaparan, kehausan, dan penolakan perawatan medis oleh Israel sebagai senjata selama agresi barbar ini merupakan kejahatan perang yang diperparah dengan genosida. Hal ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, selain juga Israel mengabaikan semua seruan, tuntutan, dan resolusi terkait.
Pernyataan tersebut mengimbau organisasi internasional dan kemanusiaan, termasuk PBB, untuk mengambil tindakan mendesak dan menyediakan makanan serta bantuan kemanusiaan yang diperlukan bagi masyarakat di Gaza, serta memaksa Israel untuk membuka perbatasan untuk memasukkan bantuan, serta mengimbau negara-negara Arab dan Islam untuk juga memberikan tekanan yang dapat memecahkan pengepungan, membuka perlintasan, dan memberikan bantuan kepada masyarakat di sana.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








