Lebih dari setengah lahan pertanian di Gaza, yang sangat penting untuk memberi makan penduduk yang kelaparan di wilayah yang dilanda perang, telah rusak akibat agresi, berdasarkan citra satelit yang dianalisis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, lapor Reuters.
Data tersebut mengungkapkan peningkatan kerusakan pada kebun, tanaman lapangan, dan sayuran di wilayah Palestina, sementara kelaparan terus meluas setelah delapan bulan pengeboman oleh Israel.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Rabu (12/6) bahwa banyak orang di Gaza menghadapi kelaparan yang parah dan kondisi mirip kelaparan.
Menggunakan citra satelit yang diambil antara Mei 2017 dan 2024, Pusat Satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOSAT) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menemukan bahwa 57 persen ladang tanaman permanen dan lahan pertanian di Gaza yang penting untuk ketahanan pangan mengalami penurunan signifikan dalam kepadatan dan produktivitasnya.
“Pada Mei 2024, produktivitas dan kepadatan tanaman di seluruh Jalur Gaza menunjukkan penurunan tajam dibandingkan dengan rata-rata tujuh musim sebelumnya,” kata UNOSAT pada hari Kamis (13/6).
“Penurunan ini disebabkan oleh aktivitas terkait perang, termasuk perataan, pergerakan kendaraan berat, pengeboman, dan penembakan.”
Penurunan ini, menurut UNOSAT, menunjukkan peningkatan 30 persen dalam kerusakan lahan pertanian sejak analisis terakhir yang diterbitkan pada bulan April.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pada hari Rabu bahwa ada lebih dari 8.000 balita di Gaza yang telah dirawat karena malnutrisi akut.
Selain kerusakan ladang tanaman dan kebun, rumah kaca di seluruh Jalur Gaza juga mengalami kerusakan signifikan, kata UNOSAT. Jalur Gaza diperkirakan memiliki 151 kilometer persegi lahan pertanian, yang mencakup sekitar 41 persen dari wilayah pesisir tersebut, menurut data dari UNOSAT.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








