• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

WHO: 11.000 Warga Palestina Memerlukan Evakuasi Medis Segera

by Adara Relief International
Juni 5, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
WHO: 11.000 Warga Palestina Memerlukan Evakuasi Medis Segera
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Siraj Yassin, 10 tahun, masuk ke bangsal rumah sakit Gaza yang penuh sesak dengan kursi rodanya, kaus hijau mudanya membuat tubuh kurus bocah Palestina itu terlihat kerdil. Leukemia telah merusak sistem kekebalan tubuhnya, melemahkan kekuatannya, dan membuatnya tidak mampu berjalan.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Kemoterapi akan membantunya, kata dokternya. Namun, dia tidak bisa mendapatkannya di Gaza, dan dia tidak bisa keluar dari wilayah tersebut untuk mendapatkan perawatan karena pasukan Israel telah menutup satu-satunya jalan keluar melalui penyeberangan Rafah ke Mesir.

“Dua pekan lalu, saya mulai tidak bisa berjalan. Semakin hari kondisi saya semakin buruk dan saya kehilangan kesehatan saya secara drastis,” jelas Siraj. “Tulang dan seluruh tubuh terasa sakit. Saya ingin meninggalkan Gaza agar saya bisa menerima perawatan dan bisa bermain seperti dulu.”

Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, kota terakhir yang belum diserbu pasukan Israel, adalah satu-satunya rumah sakit yang masih berfungsi di Gaza. Hal ini membuat warga berduyun-duyun ke sana untuk mendapatkan perawatan medis dasar.

Namun, para dokter mengatakan bahwa mereka tidak berdaya untuk merawat pasien yang sakit parah seperti Siraj, dan tidak dapat lagi mengirim mereka keluar dari wilayah tersebut untuk mendapatkan perawatan sejak Israel melancarkan serangannya ke Rafah bulan lalu, sekaligus menutup satu-satunya jalur darat yang melintasi Mesir. Kini yang bisa mereka berikan kepada Siraj di Gaza hanyalah obat untuk mengatasi rasa sakitnya.

“Kasus Siraj merupakan satu dari ratusan kasus, baik kanker, meningitis, atau kasus kronis dan akut lainnya,” kata Dokter  Ziad Abu Fares. “Kami memiliki banyak anak yang membutuhkan perawatan di luar negeri.”

Ibu Siraj, Mariam, mengatakan bahwa anak laki-laki itu telah diberikan izin darurat untuk evakuasi medis, dan dia berharap bisa membawanya keluar sebelum perbatasan ditutup. “Kami membutuhkan kemoterapi, serta transplantasi sumsum,” jelasnya. “Saya berharap 

perbatasan dibuka sehingga kami bisa pergi dan anak saya kembali seperti dulu.”

Israel menutup penyeberangan Rafah bulan lalu dalam serangannya terhadap kota di tepi selatan Gaza, di mana sekitar setengah dari penduduk yang mengungsi di wilayah kantong tersebut berlindung di zona yang dianggap “aman”. Mereka mengklaim bahwa serangan di sana diperlukan untuk menyelesaikan tujuannya menghancurkan gerakan perlawanan Hamas.

Siraj Yassin, seorang bocah Palestina berusia 10 tahun, masuk ke bangsal rumah sakit Gaza yang penuh sesak dengan kursi rodanya, dengan kaus hijau yang membuat tubuh kurusnya terlihat rapuh. Leukemia telah menghancurkan sistem kekebalan tubuhnya, membuatnya lemah dan tidak mampu berjalan.

Meskipun dokter menyatakan bahwa kemoterapi akan membantu Siraj, namun perawatan tersebut tidak tersedia di Gaza. Pasukan Israel telah menutup satu-satunya jalur keluar dari Gaza melalui penyeberangan Rafah ke Mesir.

Siraj mengungkapkan, “Dua minggu lalu, saya berhenti bisa berjalan. Setiap hari, kondisi saya semakin buruk dan saya merasa kehilangan sesuatu. Tulang saya sakit dan semuanya terasa sakit. Saya ingin meninggalkan Gaza agar saya bisa mendapatkan perawatan dan bermain seperti dulu.”

Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, adalah satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di Gaza. Namun, dokter-dokter di sana tidak mampu merawat pasien-pasien parah seperti Siraj dan tidak bisa mengirim mereka keluar Gaza untuk mendapatkan perawatan lanjutan sejak Israel menutup penyeberangan Rafah bulan lalu.

Meskipun Mariam, ibu Siraj, telah mendapatkan izin darurat untuk evakuasi medis bagi anaknya, dia berharap agar dapat membawanya keluar sebelum perbatasan ditutup. Mariam menyatakan, “Kami membutuhkan kemoterapi dan transplantasi sumsum. Saya berharap perbatasan dibuka agar kami bisa pergi dan anak saya dapat pulih seperti sedia kala.”

Serangan militer Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah membunuh lebih dari 36.000 orang, dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak, dan melukai setidaknya 80.000 lainnya. Diperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina terkubur di bawah reruntuhan rumah mereka dan diperkirakan tewas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa 7.000 hingga lebih dari 11.000 pasien Palestina memerlukan evakuasi medis segera dari Jalur Gaza.

Sumber:

https://www.#
https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kelaparan, Warga Gaza terpaksa Memakan Pakan Ternak, Rumput dan Meminum Air Limbah

Next Post

Angkatan Udara Israel Melakukan Serangan Udara terhadap Kamp Pengungsi Bureij 

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
21
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Angkatan Udara Israel Melakukan Serangan Udara terhadap Kamp Pengungsi Bureij 

Angkatan Udara Israel Melakukan Serangan Udara terhadap Kamp Pengungsi Bureij 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630