ketua Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), pada Kamis (30/5), mendesak diakhirinya pembunuhan terhadap petugas kesehatan di Gaza setelah dua orang terbunuh di Rafah, kota di Gaza selatan yang diserang oleh Israel pada awal bulan ini, Anadolu Agency melaporkan.
“Saya berduka atas terbunuhnya dua paramedis Bulan Sabit Merah Palestina, Haitham Tubasi dan Suhail Hassouna saat bertugas,” kata Jagan Chapagain di X (Twitter), menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kolega mereka.
Sejak Oktober, jaringan kemanusiaan terbesar di dunia ini telah kehilangan 24 rekannya, 20 orang dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, dan empat orang dari Magen David Adom di Israel. “Ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan,” katanya.
Kedua paramedis tersebut sedang bertugas ketika ambulans mereka di bom di kawasan Tal Sultan pada Rabu (29/5)
Presiden IFRC, Kate Forbes menambahkan bahwa kejahatan semacam itu harus dihentikan. “Terlalu banyak kematian dalam perang ini. Staf dan relawan kita harus dilindungi,” katanya di X (Twitter).
Forbes, pada hari Rabu (29/5), menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Jalur Gaza, tempat jutaan orang menghadapi kelaparan yang semakin parah.
Israel telah membunuh lebih dari 36.000 warga Palestina di daerah kantong yang diblokade tersebut sejak 7 Oktober 2023.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








