Kepala dana anak-anak PBB (UNICEF) pada Senin (27/5) menuntut untuk segera diakhirinya pembunuhan tidak masuk akal terhadap anak-anak, menyusul serangan udara Israel terhadap tenda-tenda yang menampung pengungsi di Rafah, sebuah kota di selatan Jalur Gaza.
“Rekaman anak-anak dan keluarga yang terbakar di tenda-tenda yang dibom di Rafah mengejutkan kita semua. Laporan pembunuhan terhadap anak-anak yang berlindung di tenda darurat adalah hal yang tidak masuk akal,” tulis Catharine Russell di X (Twitter).
Menggarisbawahi parahnya situasi ini, Russell berkata “Selama lebih dari 7 bulan, kita telah menyaksikan tragedi ini terjadi, yang mengakibatkan ribuan anak terbunuh atau terluka.”
Dia lebih lanjut menyerukan “gencatan senjata segera, pembebasan semua sandera tanpa syarat, dan diakhirinya pembunuhan tidak masuk akal terhadap anak-anak.”
Setidaknya 35 orang terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka ketika Israel menargetkan sebuah kamp pengungsi dan rumah-rumah di Kota Rafah di Gaza selatan pada hari Ahad, kata sumber dan pejabat medis.
Serangan itu terjadi di dekat pangkalan logistik badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Tal al-Sultan, kata Kantor Media Pemerintah yang berbasis di Gaza.
Israel telah melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak Oktober, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera. Serangan tersebut telah membunuh sedikitnya 36.000 warga Palestina, terutama anak-anak dan perempuan, dan melukai hampir 80.000 lainnya.
Lebih dari tujuh bulan setelah agresi genosida Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan layanan dasar di Gaza.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








