Setidaknya 35 warga Palestina terbunuh dan puluhan lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah kamp pengungsi di Rafah Gaza dan membakar tenda mereka, kata seorang pejabat darurat sipil kepada Reuters.
Serangan tersebut terjadi di lingkungan Tel al-Sultan di Rafah barat, tempat ribuan orang berlindung setelah banyak yang meninggalkan wilayah timur kota tersebut, tempat pasukan Israel memulai serangan darat lebih dari dua pekan lalu.
Kantor media pemerintah Palestina juga mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Ahad (26/5) malam, dan dikonfirmasi oleh badan pertahanan sipil Gaza bahwa serangan Israel itu menyasar kamp pengungsian yang merupakan tempat berlindung bagi 100.000 orang pengungsi.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menggambarkan serangan di Rafah sebagai pembantaian, dan menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab membantu Israel dalam menyediakan senjata dan uang.
“Serangan udara membakar dan melelehkan tenda yang menampung pengungsi,” kata salah satu warga yang tiba di Rumah Sakit Kuwait di Rafah.
Komite Palang Merah Internasional mengatakan rumah sakit lapangannya di Rafah dan rumah sakit lain menerima banyak pasien. Jumlah korban terbunuh di kamp Tal al-Sultan masih terus dihitung, kata petugas medis lainnya, seraya menambahkan bahwa puluhan orang terluka akibat kebakaran hebat yang terjadi setelah serangan tersebut, dan apinya masih berusaha dipadamkan oleh warga.
Sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








