Pasukan Israel membunuh seorang pria Palestina di sebuah pos pemeriksaan pada hari Ahad (19/5) di utara Betlehem,Tepi Barat yang dijajah. Pria yang terbunuh adalah Rami Taqatqah (44 tahun) yang sedang melintasi pos pemeriksaan ketika tentara Israel melepaskan tembakan ke arahnya. Polisi Israel mengklaim bahwa Taqatqah telah menghunus pisau dan berusaha menikam seorang tentara.
Taqatqah adalah ayah dari seorang anak laki-laki dan perempuan, keduanya berusia di bawah enam tahun dan tinggal bersama keluarganya di kampung halamannya di Beit Fajjar, selatan Betlehem. Sumber medis mengatakan kepada media bahwa Taqatqah terkena sekitar 20 peluru, yang menghancurkan pinggul dan paru-parunya.
“Dia sedang mencari pekerjaan, karena saat ini tidak ada pekerjaan,” kata saudara laki-lakinya kepada media Palestina. “Dia miskin dan bekerja untuk menghidupi keluarganya, tapi saya tidak tahu mengapa mereka membunuhnya.”
Sementara itu, pasukan Israel menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal yang terdiri dari lima lantai apartemen yang terletak di Area C di kota Artas, selatan Betlehem, dengan alasan tidak adanya izin mendirikan bangunan.
Di Aqaraba, tenggara Nablus, pasukan Israel menghancurkan sebuah bisnis pencucian mobil yang terletak di Area C pada Senin (20/5), juga karena kurangnya izin mendirikan bangunan.
Israel melarang warga Palestina membangun bangunan apa pun di Area C, yang mewakili 60% Tepi Barat, kecuali dengan izin yang sangat jarang dikeluarkan oleh militer.
Menurut media Israel, otoritas militer Israel menolak 98% izin pembangunan Palestina di Area C setelah bertahun-tahun menjalani prosedur hukum yang mahal. Area C adalah tempat permukiman khusus Yahudi Israel dibangun dan diperluas, sebagian besar dilakukan oleh Israel sendiri.
Menurut PBB, Israel telah menghancurkan 456 bangunan Palestina di Tepi Barat sejak awal 2024, termasuk 72 bangunan pada bulan Mei saja, dengan 63% di antaranya berada di Area C. Angka-angka PBB menunjukkan bahwa penghancuran ini telah menyebabkan 843 warga Palestina mengungsi pada 2024. Sementara itu, pada tahun lalu, Israel menghancurkan 11,77% bangunan Palestina di Tepi Barat, 58% di antaranya berada di Area C, menyebabkan 2.296 orang mengungsi, menurut angka PBB.
Sejak 7 Oktober, pasukan atau pemukim Israel telah membunuh 506 warga Palestina di Tepi Barat. Israel juga telah menangkap lebih dari 8.800 warga Palestina dan saat ini menahan lebih dari 9.500 tawanan di penjara-penjaranya, termasuk 80 wanita, 200 anak-anak, serta lebih dari 3.600 tawanan tanpa tuduhan atau diadili berdasarkan sistem darurat militer Israel.
Sumber: https://mondoweiss.net/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








