Kantor media pemerintah di Gaza mengatakan pada Ahad (19/5) bahwa penutupan penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom oleh Israel selama 13 hari berturut-turut menghalangi 3.000 truk bantuan memasuki jalur tersebut dan menghambat 690 pasien yang mencari perawatan di luar negeri.
Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan, “Israel mencegah masuknya makanan dan pasokan bantuan serta obat-obatan ke Jalur Gaza.”
“Israel juga mencegah masuknya bahan bakar ke rumah sakit dan lembaga yang menyediakan layanan kemanusiaan dan melipatgandakan krisis kemanusiaan yang mendalam di Jalur Gaza,” tambahnya.
“Sepanjang penutupan dua perlintasan tersebut, penjajah mencegah sekitar 3.000 truk bantuan masuk dan menghalangi 690 pasien melakukan perjalanan untuk menerima perawatan medis di luar Jalur Gaza,” kata kantor tersebut.
Kantor tersebut menganggap hal ini sebagai ancaman yang signifikan, mengingat runtuhnya sistem layanan kesehatan dan penargetan, penghancuran, pembakaran, dan kelumpuhan total rumah sakit di Gaza.
Kantor media tersebut meminta Israel, pemerintah Amerika, Uni Eropa, dan komunitas internasional bertanggung jawab atas perang genosida yang sedang berlangsung.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








